Puluhan Warga Sorot Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PT SMS

Iklan Semua Halaman

.

Puluhan Warga Sorot Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PT SMS

Rabu, 26 Februari 2020
Aksi Massa asal Desa Doropeti Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu di Kantor Pemkab Dompu, Rabu (26/2/2020).


Dompu, Berita11.com— Lebih kurang 50 warga yang dikoordinir Nasrudin menggelar aksi unjuk rasa menyorot dugaan penyerobotan tanah 500 hektar oleh PT SMS, Rabu (26/2/2020). Aksi massa digelar pada tiga lokasi berbeda.

Semula massa menggelar aksi di Kompleks Pasar Induk Dompu, kemudian bergeser ke Kantor Bupati Dompu dan Mako Polres Dompu di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Bada Kecamatan Dompu.

Massa menyampaikan tiga pokok tuntutan yaitu  meminta Pemkab Dompu segera menyikapi persoalan tuntutan lahan pengganti pasca dugaan penyerobotan, mendesak pengembalian lahan yang sudah digusur oleh PT SMS. 

Selain itu,  massa meminta penerbitan sertifikat tanah 1.000 hektar di Dusun Ngguwu Wune Dusun Gunung, Dusun Sari Dusun, Dusun Samada, dan Dusun Doropeti Kecamatan Pekat karena Badan Pertanahan Nasional (ATR) melaksanakan pengukuran.

Dalam orasinya, Nasrudin mendesak Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin segera menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Saat menggelar orasi di depan Kantor Bupati Dompu, koordinator massa, Nasrudin menyampaikan, sesuai UUD 1945, bahwa bumi dan air dikuasai oleh negara dan untuk kepentingan masyarakat/rakyat.

“Namun Pemkab Dompu justru malah berpihak kepada pengusaha kelas besar, perusahaan perkebunan tebu dan pabrik gula,” sorotnya.

Menurutnya, kebijakan Bupati Dompu memicu konflik antara warga dengan perusahaan. Padahal ketika Pilkada, mayorita masyarakat Doropeti memilih dan mendukung penguasa saat ini, akan tetapi sekarang pemimpin tidak berpihak kepada masyarakat.

Tokoh masyarakat Desa Doropeti Kecamatan Pekat, Lalu Hamidun mendesak agar lahan yang telah digusur oleh PT SMS dikembalikan kepada masyarakat. Pihaknya juga mendesak penerbitan sertifikat atas lahan yang sudah diukur oleh AT/ BPN pada  April  2019. Luas lahan itu lebih kurang 1.000 hektar meliputi Dusun  Ngguwu Wune, Dusun Gunung Sari, Dusun Samada dan Dusun Doropeti. 

“Tanah tersebut dikuasai oleh masyarakat hampir 20 tahun. Awalnya lahan tersebut merupakan pembagian dari Pemerintah Desa Beringin Jaya Kecamatan Pekat ketika Desa Doropeti akan dimekarkan menjadi desa definitif,” katanya.

Menurutnya,  pembagian lahan untuk masyarakat, sebagai salah satu syarat agar Doropeti ditetapkan sebagai desa definitif.

Karena tidak ada tanggapan dari Bupati Dompu maupun perwakilan Pemkab Dompu, massa kemudian melanjutkan aksi di depan Mako Polres Dompu. dalam aksinya, massa meminta Kapolres Dompu menyikapi permasalahan tersebut.

“Aksi kami murni demi menuntut hak masyarakat dan tidak ada kepentingan politik apapun,” tandas koordinator massa.

Sama seperti aksi di dua lokasi sebelumnya, aksi massa di depan Mako Polres Dompu tidak mendapat tanggapan. Setelah itu, massa membubarkan diri. [B-10]