Residivis dan Penyuplai Ganja 559.8 Gram Asal Bima Diancam Maksimal 20 Tahun Penjara -->

Iklan Semua Halaman

.

Residivis dan Penyuplai Ganja 559.8 Gram Asal Bima Diancam Maksimal 20 Tahun Penjara

Thursday, February 27, 2020
Samping Kanan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK yang tengah wajahnya terbalik terduga pelaku dan samping kiri kasat Narkoba IPTU Tamrin, S.Sos usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com
Dompu, Berita11.com - Penyuplai narkotika yang diduga jenis ganja seberat 559.8 gram yang juga merupakan residivis dalam kasus yang sama ditahan Polres Bima sekitar dua tahun yang lalu Abdul Rahman alias Dayat, pria 31 tahun, warga asal Dusun Kota Baru Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dikenakan pasal 111 dan 114 Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hal itu disampaikan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK saat menggelar siaran pers di Mako Polres Dompu dan didampingi Kasat Narkoba IPTU Tamrin, S.Sos, Kamis (27/2/20) siang.

Menurut Kapolres, pria yang ditangkap di depan tempat pemakaman umum Rade Sala lingkungan raba laju Kelurahan Potu Kecamatan Dompu kemarin, Selasa (25/2) malam sekira pukul 22.00 Wita ini karena diduga memiliki, menyimpan, menggunakan dan menguasai narkotika golongan I jenis tanaman diduga batang, daun dan biji ganja.

“Malah ganja ini adalah golongan I, sedangkan narkoba termasuk golongan II, jadi hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” ungkap Kapolres.

Saat dilakukan penangkapan, lanjut Kapolres, Handphon (Hp) milik terduga pelaku dalam keadaan non aktif (mati) namun setelah dihidupkan tim Opsnal Resnarkoba, tim menemukan beberapa chat dan percakapan dengan beberap temannya, yang berisi pesanan barang tersebut. Hal itu juga yang mendasari Kapolres menetapkan terduga pelaku sebagai pengedar.

“Kami sudah kirim ke krimsus Polda NTB untuk dicloning hasil percakapan atau transanksinya di dalam Handphom tersebut. Barang ini, jika dipaketkan, bisa mencapai ratusan paket dengan ukuran kecil yang dibungkus menggunakan koran,” bebernya.

Ia menyebutkan, untuk saat ini, ganja termasuk jenis narkotika yang langka. Untuk itu, pihaknya akan intens untuk melakukan pengembangan terhadap kasus ini melalui Kapolsek atau Bhabinkamtibmas agar memantau, lebih khusus di wilayah dingin yang memungkinkan bisa tumbuh tanaman tersebut.

"Biasanya tanaman ini di daerah dingin, bisa saja di daerah Sembalun (Lombok Timur) atau di Tambora, kita tidak tahu, maka kami akan lakukan penyelidikan," terangnya.

Namun pasca penangkapan terduga pelaku, muncul fakta baru, yang di mana terduga pelaku saat dimintai keterangan, terduga pelaku menggunakan jurus sakit jiwa alias ngawur, meski demikian, kata Kapolres, bukan menjadi patokan untuk tidak menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka.

"Kami akan tetap menetapkan terduga pelaku sebagai pengedar narkotika jenis ganja dan untuk memastikan kondisi kejiwaan terduga pelaku, kami akan segera (pekan depan) membawanya ke lombok untuk melakukan test psikologi ke dokter syaraf,” isyaratnya. [B-10]