Sempat Dibawa ke Puskesmas, Bayi Malang yang Dibuang di Saluran Irigasi Meninggal -->

Iklan Semua Halaman

.

Sempat Dibawa ke Puskesmas, Bayi Malang yang Dibuang di Saluran Irigasi Meninggal

Wednesday, February 26, 2020
Bayi Malang Mengembuskan Napas di Puskesmas Sape, Kabupaten Bima Setelah Berjuang Hidup Pasca Dibuang Orang Tuanya.

Bima, Berita11.com— Entah siapa yang tega membuang dan tak memiliki rasa belas kasih terhadap bayi baru dilahirkan. Bayi yang ditemukan di saluran irigasi belakang kompleks pertokoan Kecamatan Sape, Kabupaten Bima tersebut mengembuskan napas setelah sempat dibawa ke Puskesmas Sape, Rabu (26/2/2020).

Bayi malang itu ditemukan sekira pukul 08.20 Wita oleh Deby (23 tahun), karyawan toko di RT 013/005 Rasabou Rasabou Kecamatan Sape Kabupaten Bima.

“Kronologis kejadiannya pada awalnya sdri. Deby sedang memasak di dapur, tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari bagian belakang dapur. Selanjutnya sdri. Deby memberitahukan hal tersebut kepada pemilik toko sdri. Erni Rahayu dan memberitahukan kepada sdri. Deby untuk mengecek kembali suara tangisan bayi tersebut,” ujar Kapolres Bima Kota melalui Kasubag Humas Polres Bima Kota, AKP Hasnun.

Dikatakannya, setelah mengecek sumber suara, Deby menginformasi kembali kepada pemilik toko, Erni Rahayau bahwa suara yang didengar merupakan tangis bayi. Setelah itu,  Erni Rahayu dan sejumlah karyawan toko ke belakang toko dan menemukan bayi di saluran irigasi dengan posisi tengadah. Bayi tersebut dalam keadaan hidup dan tersangkut di batu bekas bongkaran bangunan.

“Melihat hal tersebut sdri. Erni Rahayu langsung berteriak meminta pertolongan kepada para pekerja yang sedang membokar bangunan di Toko Tomi Mone untuk mengangkat dan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Sape,” jelas AKP Hasnun.

Selanjutnya pekerja bangunan, Ibrahim langsung mengambil bayi tersebut dan menyerahkan kepada Syafrudin Ifan untuk membawa bayi tersebut ke Puskesmas Sape. Sekira pukul 08.40 Wita, bayi tersebut tiba di Puskesmas Sape dan langsung ditangani oleh petugas setempat.

“Setelah dilakukan penanganan oleh petugas Puskesmas Sape bahwa bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata AKP Hasnun.

Dikatakannya, sesuai hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Sape, bayi mengalami luka lecet pada bagian kiri dan kanan telinga, hidung masih dalam keaadan utuh, ari-ari dalam keadaan terpotong, tangan dan kaki beserta jari-jari dalam keadaan utuh. Selain itu,  terdapat luka lecet pada pinggul sebelah kanan sang bayi.

Bayi berusia 36 pekan atau sembilan bulan yang baru dilahirkan tersebut diduga hasil hubungan gelap dan diduga sengaja dibuang untuk menutupi aib. Bayi malang meninggal dalam perjalanan dari TKP menuju Puskesmas Sape. [B-12]