SMKN 1 Lingsar Produksi Motor Listrik Model ATV, Gubernur Zul: Inovasi Energi Terbarukan Dikembangkan

Iklan Semua Halaman

.

SMKN 1 Lingsar Produksi Motor Listrik Model ATV, Gubernur Zul: Inovasi Energi Terbarukan Dikembangkan

Sabtu, 01 Februari 2020
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah Mengendarai Motor Listrik Model ATV yang dapat Melaju hingga Kecepatan Maksimal 45 Km/ Jam, Karya Siswa SMKN 1 Lingsar, Lombok Barat, Provinsi NTB.


Mataram, Berita11.com— Upaya Pemerintah Provinsi (Pemrov) Nusa Tenggara Barat mendorong kualitas SDM dan inovasi teknologi ramah lingkungan terus membuahkan hasil.  Inovasi terbaru, SMKN 1 Lingsar Lombok Barat, berhasil memproduksi motor listrik model ATV daya 2 kilowatt yang dapat melaju hingga 45 Km/ jam.

Keberhasilan SMKN 1 Lingsar memproduksi kendaraan ramah lingkungan diapresiasi Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc. karena keberadaan motor yang ramah lingkungan, dapat mengurangi polusi udara dan suara.  Motor listrik hasil karya siswa SMK tersebut mampu menghasilkan energi listrik dari kincir microhydro dengan memanfaatkan tenaga matahari, angin dan air.

“Inilah industrialisasi, inovasi masa depan yang mampu memudahkan pekerjaan manusia, memanfaatkan teknologi dan mengubah cara tradisional menjadi cara modern untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Zul saat mengendarai motor buatan siswa SMKN 1 Lingsar, usai acara meresmikan sekolah setempat sebagai sekolah mandiri energi, Jumat (31/1/2020).

Motor listrik type ATV mampu menempu jarak tempuh 20-25 km/jam. Motor tersebut telah dilengaki sel matahari (solarcell) yang menangkap energi surya dan mengubahnya menjadi energi listrik, kemudian menjadi energi kinetis. Energi surya yang ditangkap diubah menjadi energi listrik yang disimpan di aki kering. Tidak begitu banyak peralatan dan onderdil pada motor ini seperti pada umumnya.

“Saat dikendarai tidak terdengar suara,” kata Gubernur setelah mendapat penjelasan dari kepala SMKN 1 Lingsar Drs H Burhan M.Pd yang mendampinginya.

Selain mencoba motor listrik, Gubernur Zul meninjau beberapa peralatan lain yang telah dibuat siswa-siswi SMKN 1 Lingsar. Di antara lain, kincir angin penghasil energi listrik, pembangkit energi listrik tenaga air, mesin pencacah sampah menjadi pupuk kompos, pompa air tenaga surya 310 Wp 2020,  sepeda listrik 0,5 Kw 2019,  mesin pengolah sampah energi matahari,  kerajang sampah energi hidro. Pompa hidran 2 inci 2019, turbin angin 50 watt 2017, kincir air undershoot, air mancur energi surya dan karya lainnya.

Gubernur Dr H Zulkieflinansyah mengapresiasi karya putra-putri NTB. Bahkan ia meminta agar motor listrik terus dikembangkan. Bila perlu diproduksi massal sebagai kendaraan dinas pegawai di NTB.

“Saya berharap NTB, menjadi provinsi yang mampu memproduksi motor listrik pertama, dengan label motor listrik made in NTB,” katanya saat didampingi Plt Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, Dr Ir Patdono Duwignjo M.Eg. Sc.

Pria yang akrab dipanggil Doktor Zul, meminta Direktur STIP Banyumulek yang hadir pada kegiatan tersebut bekerja sama dengan SMKN 1 Lingsar,  berkolaborasi mengembangkan dan memproduksi hasil karya siswa-siswi. Tidak hanya sebagai media untuk praktik, namun diproduksi masal sesuai dengan standardisasi nasional.

Ia berharap, lulusan SMKN 1 Lingsar menjadi pelaku industrialisasi yang mampu terus berinovasi mengembangkan energi mandiri bagi wilayah yang belum dijangkau listrik dari PLN. “Sekolah ini diharapkan mampu memberi imbas ke SMK lain di NTB,” kata Diktor Zul.
Sementara itu, Plt. Dirjen Pendidikan Vokasi (Kejuruan) Kemendikbud RI, Dr Ir Patdono Duwignjo M.Eg. Sc, mengatakan bahwa prestasi yang dicapai SMKN 1 Lingsar sangat baik, sehingga sekolah setempat dapat menjadi sekolah mandiri energi.

Ia menaruh harapan besar agar sekolah ini dapat terus mengembangkan energi listrik mandiri ini di wilayah yang belum dialiri listrik PLN.

“Skala dan keahlian siswa-siswi SMK juga harus terus diasah, sehingga mampu memotifasi dan menjadi sekolah imbas untuk sekolah lain. Menjadi sekolah mandiri energi juga, terutama SMK pada wilayah yang belum ada penerangan listrik PLN,” harapnya.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah Bersama Sejumlah Pejabat Menghadiri Peresmian SMKN 1 Lingsar Lombok Barat sebagai Sekolah Mandiri Energi, Jumat (31/1/2020). 

Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan vokasi merupakan prioritas pengembangan Pendidikan di Indonesia. “Presiden RI, Joko Widodo, telah menginstruksikan kepada kita, sehingga dibentuk Dirjen Pendidikan Vokasi,” kata mantan PLT Rektor Unram ini.

Pengembangan SMK jauh lebih maju dalam hal jumlah, dibandingkan pengembangan Pendidikan tinggi. Di negara-negara industri dan ekonominya maju seperti Jerman, Belanda, Swiss, Korea, Taiwan, Jepang atau Austrslia,  pendidikan vokasinya maju dan diperhatikan.

“Di Indonesia pendidikan vokasi jauh lebih banyak. SMK lebih banyak dibanding SMA,” ujar teman kuliah Doktor Zul.

Pemerintah terus bertekad mengembangankan pendidikan vokasi. Salah satunya adalah meningkatkan mutu pendidikan SMK, agar menghasilkan lulusan yang terampil dan siap bekerja.

Strateginya, siswa yang lulus, harus keluar dengan sertifikat kompetensi. Karena menurutnya dunia industri saat ini sudah tidak mementingkan ijazah, namun sertifikat keahlian yang diutamakan.

“Di perusaan Google misalnya, sudah tidak memerhatikan ijazah, namun sertifikat kompetensilah yang diterima untuk bekerja,” katanya.

Sebelumnya Kepala Plt Kadis Dikbud Provinsi NTB. Dr H Aldy Furqon S.Pd M.Pd, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi awal tahun 2020 yang telah ditorehkan SMKN 1 Lingsar Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Salah satu inovasi itu mampu mengangkat citra pendidikan di mata masyarakat.

SMK 1 Lingsar juga telah membantu masyarakat sekitar untuk mendapatkan pasokan listrik yang ramah lingkungan. Prestasi lainnya, banyak inovasi yang dihasilkan oleh siswa-siswi SMK ntuk menunjang visi misi NTB Gemilang.

Dalam laporannya di hadapan Gubernur dan jajaran pendidikan NTB, Aldy Furqon menjelaskan bahwa di NTB ada 271 SMA/SMK/SLB yang tersebar di Pulau Sumbawa dan Lombok.  Sebanyak 71 di antaranya merupakan SMK Negeri, sedangkan lebih kurang 100 lebih, merupakan SMK swasta.

“Sekolah-sekolah ini perlu sentuhan dan telah diintervesi dalam pengeloaannya,” jelas Aldy Furqon.

Ia menambahkan, ada 12 sekolah SMK di NTB menjadi pilot pengembangan teknologi rekayasa. SMKN 1 Lingsar adalah salah satu sekolah yang pertama meresmikan program teknik energi terbarukan (TET) dengan design technology energy surya hidro dan angin (TESHA).

“Alhamdulillah SMKN 1 Lingsar telah mandiri energi dengan menghasilkan 20.000 kW energi listrik, sehingga peralatan yang diberikan oleh kementerian di sekolah ini dioperasikan dengan listrik mandiri,” kata Kabid Pembinaan Ketenagaan Dikbud Provinsi NTB.

Dinas Dikbud Provinsi NTB akan terus mengintervensi dan mengembangan program teknik energi terbarukan dengan design technology energy surya hidro dan angin pada 12 SMK yang tersebar di NTB. upaya itu untuk mendukung visi misi industrialisasi di NTB. [EM]