Soal 42 Calon PPK yang Direkomendasikan ke KPU, ini Penjelasan Bawaslu Kabupaten Bima

Iklan Semua Halaman

.

Soal 42 Calon PPK yang Direkomendasikan ke KPU, ini Penjelasan Bawaslu Kabupaten Bima

Kamis, 13 Februari 2020
Anggota Bawaslu Kabupaten Bima, Damrah M.Pd. Foto US/ Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bima mengklarifikasi terkait pemberitaan salah satu media yang menyebutkan bahwa Bawaslu setempat merekomendasikan 42 orang calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Bima tidak memenuhi syarat (TMS).

Hal tersebut menanggapi pemberitaan 42 calon anggota PPK yang diduga masuk dalam salah satu tim pendukung salah satu bakal calon peserta Pilkada 2020 sebagaimana diberitakan Bimakini.com pada 12 Februari 2020.

Secara umum, Bawaslu setempat memang telah merekomendasikan beberapa nama terkait rekam jejak calon anggota PPK se-Kabupaten Bima kepada KPU setempat, namun rekomendasi itu bukan semata-mata karena calon anggota PPK tersebut diduga tidak netral atau terlibat menjadi salah satu tim pendukung bakal calon peserta Pilkada 2020.

Menurut Koordinator Divisi (Kordiv) Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bima, Damrah, M. Pd dari nama-nama calon anggota PPK yang direkomendasikan ke KPU Kabupaten Bima tersebut, bukan semata-mata atas dugaan keterlibatannya menjadi tim pendukung salah satu bakal calon peserta pada Pilkda 2020.

Namun kata dia, dari hasil pengawasan melekat yang dilakukan oleh pihaknya, baik pengawasan langsung yang dilakukan oleh Bawaslu maupun oleh Panwascam, ditemukan beragam indikasi terkait puluhan calon anggota PPK yang sedang berkompetisi saat ini, yakni diduga ada yang berpihak pada salah satu bakal calon peserta Pilkada 2020, berafiliasi dengan Parpol, pernah menjadi saksi pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, ada yang sedang berurusan hukum, double job serta ada yang diduga pernah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu.

Dari hasil pengawasan rekam jejak calon anggota PPK itu, lanjut mantan Ketua Kohati HMI Cabang ini, direkomendasikan ke KPU Kabupaten Bima sebagai bahan pertimbangan bagi KPU setempat, agar anggota PPK terpilih yang akan menjadi penyelenggara tekhnis pada Pilkada 2020 nanti adalah orang-orang yang jujur, adil, kapabel serta berintegritas tinggi, sehingga Pilkada Bima 2020 dapat berjalan secara demokratis dan bermartabat.

“Rekomendasi itu sifatnya sebatas menjadi bahan pertimbangan bagi KPU, bukan untuk merubah dan/atau ingin mengintervensi keputusan KPU,” pungkasnya.

Pada bagian lain sebelumnya, anggota KPU Kabupaten Bima, Ady Supriadin S.Pd.I mengakui telah menerima rekomendasi Bawaslu Kabupaten Bima berkaitan calon anggota PPK. Jumlanya yang direkomendasikan 42 orang. [CR-AD]