Tagih Janji Bupati, Aliansi Persatuan Pemuda Dadibou Gelar Aksi di Depan Kantor Pemkab

Iklan Semua Halaman

.

Tagih Janji Bupati, Aliansi Persatuan Pemuda Dadibou Gelar Aksi di Depan Kantor Pemkab

Kamis, 13 Februari 2020
Aksi Massa di Depan Kantor Bupati Bima di Dadibou Woha Kabupaten Bima, Kamis (13/2/2020). Massa Menagih Janji Bupati Bima dan Menyorot Dampak Ekonomi yang Dirasakan Imbas Peralihan Lahan Pertanian untuk Lokasi Pembbangunan Kompleks Kantor Bupati.


Bima, Berita11.com  Aliansi Persatuan Pemuda Dadibou Kecamatan Woha, Kabupaten Bima yang dikoordinir Hidayatullah menggelar aksi di depan kantor Bupati Bima, Jalan Lintas Bima-Sumbawa Woha, Kamis (13/2/2020). Massa mendesak realisasi janji Bupati Bima.

Massa Aliansi Persatuan Pemuda Dadibou menyampaikan tiga pokok tuntutan yaitu agar Pemkab Bima memberikan pekerjaan untuk masyarakat Dadibou yang merupakan lokasi kantor Bupati Bima berada, menagih kembali janji Bupati Bima terhadap masyarakat Dadibou dan membuat surat pernyataan.

“Beberapa persoalan yang terjadi di Desa Dadibou, khususnya persoalan ekonomi. Namun kita coba refleksikan kembali pada sejarah beberapa tahun yang lalu dari tahun 2000-2010 keadaan ekonomi di Desa Dadibou cukup membaik dan mampu meminimalisasi dampak kemiskinan di masyarakat,” kata Hidayatullah.

Setelah penimbunan kantor Bupati Bima, mayoritas petani di Desa Dadibou mulai mengalami krisis ekonomi. Karena lahan pencarian masyarakat mulai menyempit sehingga membuat pendapatan masyarakat setiap tahun semakin berkurang.

“Tidak cukup memadai untuk menyambung hidup masyarakat Desa Dadibou dan menjadi  persoalan ekonomi,” katanya.

Massa juga menyampaikan, lahan pertanian di Desa Dadibou telah habis sebagai lokasi kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Bima. “Kami meminta kepada Pemda Kabupaten Bima untuk mempekerjakan warga Desa Dadibou sebagai tenaga sukarela di Pemda Kabupaten Bima,” desak Hidayatullah.

Pada saat orasi berlangsung, Kapolsek Woha IPTU Edy Prayitno meminta massa menyampaikan aspirasi dengan sopan dan santun. Ditegaskan, pihaknya tidak menginginkan aksi anarkis.

“Kami datang mengamankan dan mengawal aksi kalian. Saya mohon silakan sampaikan aspirasi dengan baik dan sopan. Ini kantor milik kita semua dan mari kita jaga aset daerah ini, karena aset daerah wajib kita lindungi,” katanya.

Tak lama setelah itu, massa kemudian diterima beraudiensi dengan Asisten I Setda Kabupaten Bima, H Putraman SE.

Mantan Kepala BPMDEs Kabupaten Bima tersebut menjelaskan, pihaknya tidak bisa memastikan Bupati Bima dapat menerima perwakilan massa karena sedang mengikuti kegiatan partai politik.

Pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah pada hari Senin Bupati Bima dapat menerima massa atau tidak. Karena yang dapat menyampaikan kepastian itu adalah Sekda Kabupaten Bima.

“Hari ini Bupati Bima lagi ada kegiatan partai dan tidak bisa hadir untuk menemui,” kata Putarman.

Menanggapi penjelasaan Asisten I Setda Kabupaten Bima, massa meminta pejabat tersebut agar menfasilitasi mereka bertemu Bupati Bima. “Bupati harus mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan partai,” kata salah satu anggota massa.

Massa Aliansi Persatuan Pemuda Dadibou mengisyaratkan, pada Senin (17/2/2020) akan hadir dengan massa yang lebih banyak dan menutup ruas jalan. Tak lama, menjelang pukul 13.00 Wita, massa membubarkan diri dengan tertib. [RD]