Tak Kunjung Ditemui Bupati, Aliansi Pemuda Dadibou Kembali Gedor Kantor Pemkab -->

Iklan Semua Halaman

.

Tak Kunjung Ditemui Bupati, Aliansi Pemuda Dadibou Kembali Gedor Kantor Pemkab

Monday, February 17, 2020

Aksi Massa Menutup Persiimpangan Jalan Negara di Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Senin (17/2/2020) Siang.

Bima, Berita11.com— Massa Aliansi Persatuan Pemuda Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima kembali menggelar aksi depan kantor Bupati Bima, Jalan Lintas Bima-Sumbawa di Dusun Godo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Senin (17/2/2020) siang. Aksi massa sebagai buntut kepala daerah setempat belum menemui mereka atas desakan merealiasikan janji sebagai bentuk kompensasi dampak penggunaan lahan pertanian untuk kantor pemerintahan.

Sama seperti aksi pekan lalu, dalam aksinya, massa yang dikoordinir Hidayatullah kembali menyampaikan tiga pokok tuntutan yakni meminta Pemkab Bima memberikan pekerjaan untuk masyarakat Dadibou, menagih kembali janji Bupati Bima terhadap masyarakat Dadibou, dan meminta surat pernyataan bupati.

“Beberapa persoalan yang terjadi di Desa Dadibou, khususnya persoalan ekonomi.  Kita coba refleksikan kembali pada sejarah beberapa tahun yang lalu dari tahun 2000-2010 keadaan ekonomi di Desa Dadibou cukup membaik dan mampu minimalisasi dampak kemiskinan di masyarakat,” kata Hidayatullah saat berorasi.

Menurutnya, setelah periode penimbunan kompleks kantor Pemka Bima, masyarakat Dadibou yang merupakan mayorita petani mulai mengalami krisis ekonomi. Karena lahan tempat pencarian masyarak mulai menyempit, sehingga membuat pendapatan masyarakat setia tahun  semakin berkurang. Kondisi itu bahkan tidak cukup memadai untukmenyambung hidup masyarakat Desa Dadibou.

“Lahan pertanian di wilayah Dadibou sudah habis buat membangun kompleks (kantor) Pemerintah Kabupaten Bima dan kami meminta kepada Pemda Kabupaten Bima untuk mempekerjakan warga Desa Dadibou sebagai tenaga sukarela di Pemda Kabupaten Bima,” desak massa.

Massa kecewa, karena dua kali mendatangi kantor Pemkab Bima dan mengggelar aksi, namun tuntutan massa tak kunjung direpson oleh Bupati Bima. massa kemudian berupaya mendobrak gerbang kantor Pemkab Bima.

Aksi Massa di Depan Kantor Bupati Bima, Jalan Lintas Bima-Sumbawa, Senin (17/2/2020).

Kapolsek Woha IPTU Edy Prayitno yang ikut mengawal aksi massa menjelaskan, pihaknya telah tiga kali berkoordinasi dengan Sekda Kabupaten Bima, Drs H Taufik HAK, namun pejabat tersebut tidak bisa menemui massa, karena ada tamu yang penting.

Kapolsek juga mengingatkan massa agar tidak melakukan aksi anarkis dan merusak fasilitas umum.

Mendapat jawaban tersebut, massa mengisyaratkan akan menutup ruas jalan negara. Karena tak kunjung ada tanggapan dari Pemkab Bima, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. [RD]