Tokoh Islam Kabupaten Bima Imbau Umat Islam tak Terprovokasi Peristiwa Minahasa

Iklan Semua Halaman

.

Tokoh Islam Kabupaten Bima Imbau Umat Islam tak Terprovokasi Peristiwa Minahasa

Selasa, 04 Februari 2020
Rakor Membahas Dinamika atas Permasalahan di Minahasa Sulut yang Digelar di SMK Al Ikhlas Donggo, Kabupaten Bima, Selasa (4/2/2020).


Bima, Berita11.com— Umat Islam dimbau tidak terprovokasi peristiwa perusakan tempat ibadah di Minahasa Sulawesi Utara dan mempercayakan penanganan kasus itu kepada aparat keamanan. Harapan tersebut disampaikan Ketua Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten bima, Syamsudin S.Pd saat rapat koordinasi yang berlangsung di SMK Al Ikhlas Donggo, Kabupaten Bima, Selasa (4/2/2020).

Pada Rakor yang juga dihadiri pejabat Pemerintah Kabupaten Bima tersebut, juga dirumuskan dan dibacakan enam poin pernyataan Umat Islam Kabupaten Bima. Rakor digelar FKUB Kabupaten Bima dan Badan Kesbangpol Kabupaten Bima dihadiri 30 orang.
Ketua FKPP Kabupaten Bima, Syamsuddin mengimbau seluruh Umat Islam tidak terpancing atas peristiwa yang terjadi di Minahasa, Sulawesi Utara .

“Kami Umat Islam di Kecamatan Donggo meminta kepada Dewan Gereja Indonesia untuk bertanggung jawab dan melakukan pembinaan terhadap umatnya,” harap Syamsuddin.
Asisten I Setda Kabupaten Bima, Putarman SE menyatakan, pihaknya diperintahkan Bupati Bima untuk mewakili pertemuan antarlintas umat beragama di SMK Al Ikhlas Donggo.

“Saya juga terpanggil untuk menghadirinya. Dengan adanya kejadian perusakan tempat ibadah di Minahada Sulawasi Utara, kita harus menjaga suasana yang kondusif antarumat beragama terutama di Kecamatan Donggo dan Kabupaten Bima, jangan sampai apa yang terjadi di Minahasa itu merambat ke daerah kita,” harapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, Drs H Suadin Abdullah M.Pd menyatakan, apa yang terjadi di Minahasa, sebenarnya akibat salah informasi dan kurang komunikasi, sehingga segelintir orang merusak tempat ibadah Umat Islam.

“Kami meminta masyarakat Donggo untuk selalu menjaga kerukunan antarumat beragama, jangan terpengaruh isu-isu yang beredar di Medsos,” pesannya.

Sementara itu, Danramil Donggo, Kapt Inf. Senino Sribakti mengatakan, jika ada masalah antarumat beragama, maka harus sering mengadakan pertemua untuk memecahkan masalah yang terjadi.

“Saya dari tahun 98, orang Bima ini ramah, tetapi kalau disakiti mereka akan semakin marah. Kalau kita cepat-cepat bertindak, insya Allah semua pemasalahan yang akan berkembang dapat terselesaikan dengan baik,” katanya.

Kapolsek Donggo, IPTU  Sukarmin meminta masyarakat tidak terburu-buru menyikapi permasalahan yang terjadi di Minahasa. Karena cukup pihak di daerah itu yang akan menyelesaikannya.

“Terpenting kita tetap menjaga kerukunan umat beragama di daerah kita. Kita dari dulu hidup beragama di Kecamatan Donggo cukup kondusif sekali lagi. Saya mengajak, mari kita saling menghormati antarumat beragama. Jangan terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” harapnya.

Kegiatan juga dihadiri Kabag Kesra Setda Kabupaten Bima, Drs H Zainuddin MM, Ketua LPTQ Kecamatan Donggo, Juraid M.Pd, Camat Donggo yang diwakili Sekcam setempat, Hanafi S.Sos dan sejumlah tokoh. [R/MR]