10 Tuntutan Masyarakat Desa Tongo Sekongkang kepada PT AMNT

Iklan Semua Halaman

.

10 Tuntutan Masyarakat Desa Tongo Sekongkang kepada PT AMNT

Rabu, 18 Maret 2020
Ketegangan Petugas Security Perusahaan dengan Massa Aksi. Foto B-14/ Berita11.com.

Taliwang, Berita11.com— Warga Desa Tongo Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang menggelar unjuk rasa di depan Gate Swiss PT AMNT pada Senin, 16 Maret 2020 lalu. Aksi dimulai pukul 05.10 Wita, setelah massa menggelar salat subuh berjemaah.

Aksi massa dikawal ketat puluhan security perusahaan dan aparat kepolisian, hingga penyampaian aspirasi berakhir.

Koordinator lapangan massa,  Muhammad Alwi S.Pd I saat menyampaikan aspirasi di depan Gate Swiss PT AMNT mengatakan, masyarakat Tongo  sangat kecewa dengan kebijakan perusahaan yang tidak memerhatikan dan mempekerjakan warga lokal.

Mewakili masyarakat Desa Tongo, Alwi juga menyampaikan 10 poin tuntutan kepada perusahaan yaitu:

  1. Menuntut perusahaan agar stop PHK terhadap pekerja lokal jika masih produktif
  2. Menuntut Pemda menyiapkan  tenaga kerja sesuai skill
  3. Menuntut perusahaan agar memberi kesempatan bagi masyarakat yang belum dapat kesempatan untuk bekerja di perusahaan lingkar tambang
  4. Menuntut agar melakukan pemberdayaan masyarakat lokal dengan pengembangan dana CSR
  5. Menuntut perusahaan agar meningkatkan kemitraan terhadap pengusaha lokal
  6. Menuntut perusahaan agar mempekerjakan kembali eks pekerja yang masih produktif dengan menjamin hak dan kewajiban yang seimbang
  7. Menuntut perusahaan agar menghapus sistem blacklist yang diberlakukan selama ini
  8. Menuntut perusahaan melakukan komunikasi eksternal, terbuka, transparan, jujur sebagaimana prinsip prinsip komunikasi pengembangan masyarakat
  9. Menuntut pemerintah dari tingkat bawah sampai ke tingkat atas untuk ikut andil dan berpartisipasi dalam aksi damai tersebut, sebagai bentuk dukungan
  10. Jika tuntutan yang sudah menjadi kesepakatan kami bersama yang tercantum pada item pertama sampai sembilan tidak terpenuhi, maka kami secara bersama sama akan aksi kembali.


Ketegangan Massa dengan Petugas Security. Foto B-14/ Berita11.com.

Dalam proses menyampaikan aspirasi sempat terjadi kericuhan. Salah satu massa aksi Yati Arsyad mendapat perlakuan kurang enak dari salah satu petugas security. Bagian bibir atas korban terkena tangan dari salah satu petugas security.

“Saat kami menyampaikan aspirasi tiba tiba security memukul mundur kita dan saya terkena dorongan sehingga bibir saya kena tangan mereka (security),” ungkap Yati.

Hingga massa aksi akan membubarkan diri tidak ada satupun dari pihak manajemen perusahaan yang menemui .

Komandan  Kompi 2 Batalion B Pelopor KSB, Sulaiman dalam kesempatan yang sama menemui massa aksi dan bercengkrama mendengar aspirasi peserta aksi.

Ia menjanjikan dan meminta waktu satu pekan pada massa aksi. Pihaknya akan mengusahakan memasukkan warga lokal bekerja dalam perusahaan tambang emas yang beroperasi di KSB tersebut.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi mengultimatum pihak perusahaan, jika poin tuntutan tidak dipenuhi dalam satu pekan ke depan, maka massa aksi akan kembali menggelar unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak lagi. [B-14]


Foto Kegiatan Aksi Massa di Depan Gate PT AMNT