Alokasi Pupuk untuk Kabupaten Bima Dikurangi 2.495 Ton, CV Rahmawati Sampaikan Laporan Penyaluran

Iklan Semua Halaman

.

Alokasi Pupuk untuk Kabupaten Bima Dikurangi 2.495 Ton, CV Rahmawati Sampaikan Laporan Penyaluran

Senin, 23 Maret 2020
Lampiran Keputusan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Terkait Perubahan atas Keputusan Kadis Distambun NTB Sebelumnya.


Bima, Berita11.com—Alokasi pupuk bersubsidi (urea) untuk 18 kecamatan di Kabupaten Bima dikurangi sebanyak 2.495 ton. Menindaklanjuti arahan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun), CV Rahmawati sebagai distributor resmi PT Pupuk Kaltim di wilayah Kabupaten Bima menyampaikan laporan laporan penyaluran pada Maret 2020.

Direktur CV Rahmawati melalui Koordinator Admin CV Rahmawati, Asraruddin menjelaskan, secara umum, sebagaimana penegasan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, tidak ada kelangkaan pupuk di wilayah Bima. Hanya saja alokasi pupuk bersubsidi (urea) yang semakin dikurangi dari tahun sebelumnya.

“Hari ini diminta kita oleh Dinas Pertanian, diminta data penyaluran per Maret ini, katanya ada pengurangi 2.495 ton untuk Kabupaten Bima dan itu dibagi secara proporsional tiap wilayah dan hari ini diserahkan datanya,” ujar Asraruddin di Kantor CV Rahmawati, Sabtu (21/3/2020) lalu.

Dikatakannya, pada Maret 2020, CV Rahmawati tetap menyalurkan pupuk sebagaimana yang telah ditetapkan dalam SK Dinas Pertanian dan permintaan. Penyaluran pada Maret 2020 seperti di Kecamatan Woha dan Belo.

“Kita menyalurkan misalnya seperti di Kecamatan Belo, sesuai alokasi dinas. Adapun yang mengambil atau tidak menebus, karena masyarakat tidak membutuhkan. Yang menebus itu sesuai alokasi, permasalahan langka atau tidaknya, itu sesuai SK alokasi dinas yang keluar di Kabupaten Bima,” jelasnya.

Realokasi Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2020 Menurut Jenis Pupuk dan Sebaran Kabupaten/ Kota.

Asraruddin menegaskan, penjualan pupuk oleh kios tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk bersubsidi.

“Sampai akhir bulan menyalurkan, karena ada di Kecamatan Sape dan Lambu juga kita salurkan dan hari ini juga masih berjalan. Kemudian di kecamatan lain belum meminta, yang meminta baru Kecamatan Woha dan Belo. Itupun mulai berkurang, akan tetapi tetap kita salurkan sesuai alokasinya,” ujar Asraruddin.

Menurutnya, berkaitan penyaluran pada bulan depan. Hal itu tergantung pada kios. “Permasalahan mau disalurkan bulan depan, tergantung kiosnya, yang penting stok dulu. Untuk sekarang 651 yang kita salurkan per Maret, per hari ini dan itu banyak yang distok dulu (disimpan sebagai stok), tidak langsung dijual. Bisa dikatakan tidak langka, karena masih tersedia,” tandasnya. [B-19/*]