Bawaslu Sampaikan Kuliah Umum, Peneliti Senior CEPP Ingatkan soal Independensi -->

Iklan Semua Halaman

.

Bawaslu Sampaikan Kuliah Umum, Peneliti Senior CEPP Ingatkan soal Independensi

Thursday, March 5, 2020
Suasana Kuliah Umum Anggota Bawaslu RI di Auditorium Sudirman Kampus STKIP Taman Siswa Bima, Rabu (4/3/2020).

Bima,Berita11.com— Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Fritz Edward Siregar, Ph.D menyampaikan kuliah umum di Auditorium Sudirman kampus STKIP Taman Siswa Bima, Rabu (4/3/2020). Kegiatan diikuti lebih kurang 150 orang.

Pada momentum ini, Peneliti Senior Pusat Studi Pemilu dan Partai Politik (Center for Election and Political Party/ CEPP) jaringan Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia, Dr Ibnu Khaldun M.Si mengingatkan independensi penyelenggara Pemilu.

Dalam penyampaiannnya, Dr Ibnu Khaldun mengatakan, pihaknya menyambut hangat kehadiran anggota Bawaslu RI.

“Momentum kegiatan ini dapat diawali dengan harapan dan pengetahuan yang mampu diserap. Terima kasih Bawaslu memilih lokasi ini. Bima itu unik Pak komisioner, namun itulah keadaan kami,” ujar peneliti CEPP yang juga Ketua STKIP Taman Siswa Bima ini.

Dijelaskannya, kampus STKIP Taman Siswa Bima juga memiliki lembaga yang konsen terhadap Pemilu, proses demokrasi. Salah satunya mendorong dan menguatkan kualitas pemilih. Yaitu lembaga Pusat Studi Pemilu dan Partai Politik (CEPP). “Pengawasan tentang Pemilu, demokrasi kita harus sehat, dalam demokrasi acara semacam ini perlu ditingkatkan,” kata mantan Staf Ahli DPR RI yang juga Ketua Forum Rektor Bima-Dompu ini.

Ibnu berharap, KPU dan Bawaslu menjaga integritas dengan mewujudkan lembaga penyelenggara Pemilu/ Pilkada yang benar-benar independen, sehingga mampu menghasilkan (output) pemimpin yang berkualtias,dengan mempersempit ruang politik uang (money politics).

Anggota Bawaslu NTB, Suhardi MH mengatakan, Bawaslu adalah lembaga yang diberi amanah oleh undang-undang untuk keadilan dan penegakan hukum, sehingga Pilkada harus berlangsung normatif. Karena anggaran negara untuk Bawaslu miliaran rupiah.

“Bawaslu harus memastikan pengawasan yang berkualitas dan harapan kami untuk penyelengara Pemilu bersama mensukseskan Pemilu yang berkualitas,” katanya.

Saat menyampaikan kuliah umum, anggota Bawaslu RI  Fritz Edward Siregar, Ph.D memaparkan, Indonesia satu-satunya negara di dunia yang membetuk tiga lembaga Pemilu, termasuk di antaranya dewan kehormatan.

Tiga lembaga berkaitan penyelenggaran Pemilu yaitu Bawaslu, KPU dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). “Negara Indonesia kompleks dengan pengawasan lembaga yang dibangun. Karena saat ini sebagai salah satu anggota negara ASEAN, Indonesia mampu mencetus itu,” katanya.

Dikatakannya, perbaikan Pemilu  sangat penting, NKRI harus kerja keras melihat dan mewujudkan demokrasi. “Ada namanya Panwascam, pada tahun 2017 lahirlah Bawaslu permanen di tingkat kota dan kabupaten seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebutkan, salah satu Tupoksi Bawaslu yaitu berkaitan penindakan, pengawasan. Fungsi paling utama pencegahan. “Memag paling utama kerja kami (pencegahan), karena kami utamakan pencegahan. Bawaslu yang utama itu pencegahan, lalu penidakan sesuai dengan norma aturan Undang-Undang Pemilu,” ujarnya.

Pihaknya mengajak berbagai pihak mencegah pelanggaran Pemilu. “Bawaslu juga melakukan pengawasan perekrutan ad-hock KPU, karena itu perintah UU Pemilu dan tangung jawab penuh dalam pengawasan,” katanya.

Dikatakannya, pengawas lain yang akan dilakukan Bawaslu dan jajaran yaitu berkaitan laporan dana kampanye seperti laporan awal dana kampanye, laporan akhir dana kampanye. Selain itu, tahapan rekapitulasi, penetapan calon hingga penetapan pemenang Pemilu/ Pilkada.

“Pengawasan sangat penting, karena menghasilkan pemimpin yang baik harus memang didapatkan dari politik yang benar secara ketentuan demokrasi, sehingga perlu mendorong Pilkada yang baik,dengan mengerakan pemuda dan masyarakat dalam mengawasi secara partisipasif dalam tahap yang benar,” katanya.

Pada kuliah umum, sejumlah peserta kuliah umum yang berasal dari mahasiswa juga menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada anggota Bawaslu RI.

Kegiatan kuliah umum Bawaslu RI dihadiri  Ketua Bawaslu Kabupaten Bima Abdullah SH, Ketua KPU Kabupaten Imran, S.Pd.I SH,  Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun M.Si, seluruh anggota Bawaslu Kabupaten Bima,  Panwascam se-Kabupaten Bima, pengurus BEM Rema STKIP Tamsis, Ketua Bawaslu Kota Bima, Muhaimin,S.Pd.I, dan anggota Bawalu  Bawaslu NTB Suhardin MH. [B-19]