BNNP NTB Ungkap Dua Kasus Jaringan Pengedar Sabu-sabu Melalui Dubur

Iklan Semua Halaman

.

BNNP NTB Ungkap Dua Kasus Jaringan Pengedar Sabu-sabu Melalui Dubur

Rabu, 11 Maret 2020
Suasana Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Penyelundupan Sabu-sabu Melalui Dubur oleh BNNP NTB di BIL Lombok Tengah, Rabu (11/3/2020).

Mataram, Berita11.com— Selama sembilan hari, pada 3-11 Maret 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB dibantu Kanwil Bea Cukai Mataram dan Avsec Angkasa Pura I melaksanakan Operasi Gabungan secara terpadu. Hasilnya, BNNP dan tim gabungan berhasil mengungkap dua kasus jaringan pengedar sabu-sabu melalui dubur.

Dua kasus penyelundupan sabu-sabu tersebut berasal dari Batam, Kepulauan Riau.

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menyebutkan, kasus penyelundupan pertama yang diungkap terjadi pada Sabtu, 7 Maret 2020 sekira pukul 14.45 Wita, sedangkan kasus kedua terjadi pada Minggu, 8 Maret 2020 sekira pukul 01.15 Wita. Lokasi perkara, Bandara Internasional Lombok dan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok.

Dijelaskannya, dari operasi gabungan itu, aparat mengamankan pria masing-masing berinisial IR, (37 tahun) asal Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kota Lhokseumawe, MR asal alamat Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, pria berinisial RB asal Serengat Utara, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

“Kegiatan sembilan hari hari terhitung mulai tanggal 3 Maret sampai dengan 11 Maret 2020 dalam rangka melindungi dan menyelamatkan SDM NTB dari ancaman Narkoba,” katanya saat konferensi pers di BIL, Rabu (11/3/2020).

Dijelaskannya, kronologi pengungkapan kasus Narkoba tersebut pada Sabtu, 7 Maret 2020, di BIL. Tim BNNP NTB, Bea Cukai dan Avsec, mengamankan seseorang penumpang pesawat dari Batam tujuan Lombok berinsial IR.

Setelah dilakukan penggeledahan awal, ditemukan sebungkus kecil ganja di dalam saku celana pria tersebut dan setelah pemeriksaan dalam, ditemukan dua bungkus bulatan yang dimasukan dari dubur yang diduga kuat narkotika jenis sabu-sabu.

Setelah diinterogasi, IR mengaku akan mengirimkan barang tersebut ke seseorang. Selanjutnya Tim Berantas BNNP NTB bersama petugas bea dan cukai melakukan
pengembangan. IR akan melakukan serah terima barang diduga narkotika jenis sabu-sabu kepada seseorang yang belakangan diketahui berinisial MR. Setelah itu, petugas langsung melakukan penindakan terhadap mereka pada Minggu, 8 Maret 2020 sekitar pukul
01.15 wita di kawasan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok.

BNNP NTB dan tim gabungan mengamankan dua bungkus paket yang diduga narkotika Golongan 1 jenis sabu-sabu yang dibungkus dengan karet, dengan berat bruto 150 gram,
nonkarkotika lainnya mobil grand max warna hitam DR1388 KD, tiga Ponsel.

Kasus kedua, diungkap BNNP NTB dan Tim Penindakan Bea Cukai dan Avsec BIL pada Senin, 9 Maret 2020 sekira puku 15.30 Wita. Sejumlah pria yang diamankan, masing-masing berinisial ZW alias SW alias HR alias YD, pria 22 tahun kelahiran Madura asal , Desa Tacung, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kemudian AH asal Tanak Awuk Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Dijelaskan Kepala BNNP NTB, barang bukti yang diamankan dalam kasus kedua yaitu dua bungkus paket yang diduga narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu yang dibungkus dengan karet, dengan berat bruto 58 gram.

Dijelaskan juga, opeerasi gabungan bertujuan untuk mengungkap jaringan sindikat narkotika nasional maupun internasional dengan cara mengejar atau menghentikan seseorang, kelompok orang,kapal, pesawat terbang, atau kendaraan yang diduga membawa dan memuat Narkotika atau prekusor narkotika untuk ditangkap tersangkanya dan disita barang bukti serta asetnya. [B-19]