Forkopimkec Pekat Temukan Tujuh Truck Pengangkut Pasir Diduga Ilegal

Iklan Semua Halaman

.

Forkopimkec Pekat Temukan Tujuh Truck Pengangkut Pasir Diduga Ilegal

Rabu, 25 Maret 2020
Tim Forkopimkec Pekat saat melakukan pengecekan sebuah alat berat eksavator di lokasi penambahan pasir Doro Ncanga dan Doro Mboha. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimkec) Pekat Kabupaten Dompu, Selasa (24/3/20) siang melakukan Patroli gabungan dengan menyisir di sekitar lokasi Doro Mboha dan Doro Ncanga yang disinyalir banyak para pengangkut pasir yang diduga tidak punya izin resmi atau illegal.

Patroli yang dipimpin Kapolsek IPTU Yoseph Subang Tukan, SH didampingi Danramil 1614-05 Kapten Kav. M Kasim dan Camat Pekat Gunawan SE ini berhasil temukan tujuh truck di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sedang mengangkut pasir diduga tanpa mengantongi izin resmi.

Giat dilakukan Forkopimkec itu dalam rangka penertiban penambangan liar atau ilegal sekaligus menyikapi atas laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu yakni Kabid Lingkungan Ali Jahrudin beberapa waktu lalu.

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH,S.IK melalui Kapolsek Pekat IPTU Yoseph Subang Tukan menjelaskan, menindak lanjuti informasi tersebut pihaknya bersama Koramil 1614-05 beserta Camat melakukan patroli guna mencari tahu kebenaran adanya para penambang liar tersebut.
Kapolsek Pekat saat usai memeriksa sebuah eksevaktor yang sedang penambahan pasir di TKP. Foto ist

Dari lokasi pertama, kata Kapolsek, tim temukan dua unit truck sedang mengakut pasir tanpa izin, kedua truck beserta kedua sopirnya masing-masing berinisial ID dan JI. Keduanya merupakan warga asal Sila Tumpu Kabupaten Bima.

"Hasil pengecekan di lapangan tepatnya di kilo meter 60 dari kota Dompu arah menuju Doroncanga didapat dua unit mobil truk yang sedang mengangkut pasir tanpa izin dengan Nopol DK 8533 SZ sopirnya inisial ID dan Nopol M 8796 UA sopirnya JI keduanya sopir adalah warga Bima," ungkap Kapolsek.

Tak sampai di situ, tim melanjutkan penyisiran di lokasi kedua yang berjarak kurang lebih 3 kilo meter dari lokasi pertama, alhasil tim kembali menemukan tiga unit truck yang sedang mengangkut pasir, lagi-lagi disopiri warga asal Sila Tumpu Kabupaten Bima masing-masing berinisial JIR, WD dan IS.

"Lokasi berikutnya, kami temukan tiga unit truck masing-masing berinisial JIR dengan Nopol M 9696 UA kemudian WD dengan Nopol EA 8446 XZ dan IS dengan Nopol DK 8533 SZ ketiganya juga warga Sila Kabupaten Bima," beber IPTU Yoseph Subang Tukan, SH alias Muhamad Syakur ini.
Tim gabungan bersama buruh pengangkut pasir saat di lokasi TKP. Foto ist

Sedangkan di lokasi ketiga atau terakhir, pria sapaan Muhammad Syukur ini menambahkan, tim menemukan delapan orang buruh penambang pasir bersama dua orang sopir masing-masing berinisial PM dan JD kedua sopir ini juga warga asal Wera Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima.

"Di lokasi berikutnya, kami temukan penambang pasir sebanyak delapan orang dan dua orang sopir berinisial AM dengan Nopol EA 8045 SC dan JN dengan Nopol G 1472 HE keduanya warga asal Wera, Ambalawi Kabupaten Bima," terang Muhamad Syakur.

"Di tempat itu juga, kami temukan sebuah alat berat jenis eksavator menurut para sopir dan buruh itu miliknya saudara Ali Jahrudin yang merupakan mantan anggota DPRD Propensi Nusa Tenggara Barat," sambungnya.

Dikatannya, dari hasil keterangan yang diperoleh di TKP, menurut penambang liar pengakutan mencampai ratusan per hari. "Khususnya truk yang mengangkut pasir tanpa mengantongi izin bisa mencapai lebih kurang 127 angkutan, itu dalam waktu sehari," pungkasnya. [B-10]