Jangan Percaya Hoaks, Pemprov NTB Tegaskan Terbuka tentang Covid-19

Iklan Semua Halaman

.

Jangan Percaya Hoaks, Pemprov NTB Tegaskan Terbuka tentang Covid-19

Selasa, 24 Maret 2020
Kepala Dinas Kominfostik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi. Foto Diskominfostik NTB.


Mataram, Berita11.com Di tengah masifnya isu hoaks (disinformasi) tentang tentang warga yang positif Corona (Covid-19) melalui berbagai platform informasi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menegaskan bahwa yang berhak menyatakan status positif atau negatif Covid-19 hanya pemerintah pusat.

Gubernur NTB melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, I Gede Putu Aryadi, yang sekaligus sebagai juru bicara posko kewaspadaan virus Corona di NTB menegaskan, walaupun NTB telah ditunjuk sebagai jejaring laboraturium pengujian Covid-19, namun untuk pengumuman positif atau negatif terpapar adalah kewenangan pemerintah pusat.

Aryadi memastikan, NTB telah siap memasuki fase kedua jika transmisi wabah Corona ini masuk ke NTB. Oleh karenanya, ia meminta agar informasi yang kebenaran sumbernya tidak jelas, tidak dipercaya mentah-mentah. Karena akan semakin membuat kepanikan di masyarakat.

“Adapun berbagai informasi yang berkembang di luar sampai saat ini kita anggap sebagai informasi yang tidak benar,” tandas Aryadi didampingi Kepala Dikes dan Kepala BPBD Provinsi NTB, saat konferensi pers di Posko Waspada Virus Corona di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (23/2/2020).

Ia memastikan Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Gubernur, tidak akan menutup-nutupi informasi jika ada warga NTB yang terpapar. “Jikalau pun ada yang positif terkena, akan kami infokan secara resmi dan tidak akan menutupinya,” tegas Aryadi.

Mengenai perkembangan orang yang diperiksa, hingga Senin, 23 Maret 2020, berdasarkan penyampaian Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. Nurhandini Eka Dewi, tercatat ada 348 orang diperiksa. Rinciannya, 21 orang status Pasien Dalam Pengawasan (PDP),  11 orang di antaranya telah selesai dalam pengawasan dan 10 orang masih dalam kategori PDP.  Sementara belum ada kasus PDP yang dinyatakan positif covid19.

Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sendiri totalnya 327 orang, 149 orang selesai dalam pematauan dan 178 masih berkategori dalam pemantauan.

Selanjutnya, dr. Eka sapaan akrab Kepala Dikes NTB mengungkapkan, kendati kasus Covid-19  beberapa kabupaten/kota di NTB meningkat, namun sejauh ini dapat dipastikan masih negatif (zero positif).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Didampingi Kepala Diskominfostik dan Kepala BPBD Provinsi NTB saat Menyampaikan Keterangan Berkaitan Perkembangan Corona di Posko Kewaspadaan Virus Corona, NTB, Senin (23/3/2020).

“Dari 22 provinsi yang terpapar, NTB masih berstatus biru (bebas corona)," katanya.

Untuk mempertahankan NTB Zero Corona, Kadikes NTB mengimbau agar tetap melakukan langkah antisipasi sesuai maklumat pemerintah saat ini, seperti menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri, rumah dan lingkungan serta melaksanakan imbauan tentang sosial distance untuk pencegahan peyebaran Covid-19. Tidak hanya itu, ia juga meminta masyarakat untuk malakukan body distance.

“Yang terbaik dalam hal pencegahan adalah meminimalkan kontak. Body distancing, yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang adalah dengan tidak keluar rumah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala BPBD NTB, Ahsanul Khalik, mengungkapkan upaya mengantisipasi hal terburuk dalam kasus Covid-19, terutama pasca mencapai fase kedua. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Pangdam Udayana untuk segera menyiapkan APD yang dibutuhkan.

"Dalam waktu dekat akan ada bantuan APD sebagai salah satu langkah lanjutan mengantisipasi hal terburuk. Selanjutnya, sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur, kita juga telah memesan alat rapid test untuk melakukan pemeriksaan secara cepat bagi warga yang kembali ke NTB, setelah melakukan  perjalanan ke daerah yang sudah dicap terinfeksi virus Covid-19,” terang mantan Kadis Sosial NTB itu. [B-24/*]