Jumat Khusyu dan Salat Subuh Berjemaah, Bentuk Nyata Visi Religius Dinda-Dahlan

Iklan Semua Halaman

.

Jumat Khusyu dan Salat Subuh Berjemaah, Bentuk Nyata Visi Religius Dinda-Dahlan

Senin, 02 Maret 2020
Ruas Jalan Provinsi di Wilayah Soromandi Kabupaten Bima Tiap di Depan Masjid Ditutup Penuh Setiap Menjelang Pelaksanaan dan Hingga Berakhirnya Pelaksanaan Salat Jumat. Penutupan Ruas Jalan Tersebut Merupakan Implementasi Perda Jumat Khusyu yang Diperkuat Perbup Bima tentang Pelaksanaan GPS.  Foto Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Penguatan implementasi nilai-nilai keislamanan dalam masyarakat menjadi salah satu atensi yang berhasil dilaksanakan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima Dinda-Dahlan.  Salah satu yang mencolok dari visi religius yaitu program Jumat Khusyu dan Salah Subuh Berjemaah (SSB) serta Gerakan Pesantren Sehari (GPS).

Setiap Jumat warga pendantang akan menemukan suasana berbeda di Kabupaten Bima terutama pada ruas jalan negara maupun jalan provinsi yang ditutup agar masyarakat Kabupaten Bima fokus melaksanakan salat Jumat sebagai bentuk implementasi Jumat Khusyu. Soal implementasi tersebut telah dibuat dalam payung hukum Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bima Nomor 4 Tahun 2013 perubahan atas Perda Nomor  2 Tahun 2003 tentang Jumat Khusyu serta Peraturan Bupati Bima Nomor 25 Tahun 2017 tentang Gerakan Pesantren Sehari (GPS) yang memperkuat Perda Jumat Khusyu.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Drs H Zainuddin MM membenarkan implementasi Jumat Khusyu, SSB dan GPS yang dilaksanakan rutin setiap pekan. Secara rutin setiap bulan, Pemda Bima menugaskan setiap OPD turun ke kecamatan untuk melaksanakan GPS pada setiap hari Jumat.

“Program tersebut merupakan bentuk nyata dari visi religius Bima RAMAH yang menjadi visi-misi Ibu Bupati dan Wakil Bupati Bima,” kata mantan Kabag SDA Setda Kabupaten Bima, belum lama ini.

Dijelaskannya, penutupan ruas jalan pada beberapa menit pelaksanaan salat Jumat dimaksudkan agar masyarakat Kabupaten Bima berkonsentrasi dalam melaksanakan ibadah. Sebagai bentuk nyata masyarakat Bima yang religius dan taat kepada perintah Allah, sehingga pelaksanaan salat Jumat tidak terganggu.

“Maksud pengaturan itu agar masyarakat berkonsentrasi melaksanakan ibadah Jumat. Kalau masih ada aktivitas, ya sudah hentikan dulu aktivitas, masuk ke masjid-masjid terdekat dengan jalan raya,” ujarnya.

Dikatakannya, GPS yang merupakan peneguhan terhadap Perda Jumat Khusyu dan program SSB merupakan program unggulan pemerintah Dinda-Dahlan. Kegiatan itu rutin dilaksanakan  setiap pekan. Pada tingkat kecamatan, OPD dan Setda Pemerintah Kabupaten Bima melaksanaan pembinaan setiap kecamatan secara bergilir. Adapun di tingkat desa, pemerintah kecamatan dan desa menjadi pembina serta memastikan pelaksanaan GPS dilaksanakan secara sukses.

Pantauan langsung Berita11.com, setiap menjelang pelaksanaan salat Jumat, jalan negara dan jalan provinsi maupun jalan protokol lain di wilayah Kabupaten Bima ditutup. Setiap pengendara umumnya harus menunggu salat selesai, seperti di Panda, Desa Talabiu Kecamatan Woha, Penapali Kecamatan Woha, Desa Timu Kecamatan Bolo, Kecamatan Sape serta sejumlah wilayah seperti Kecamatan Soromandi.  

Pada bagian lain, sejumlah masjid di Kabupaten Bima menerima pengadaan plang tanda larangan melintas berisi penjelasan pelaksanaan Jumat Khusyu dari Bagian Kesra Setda Kabupaten Bima. [B-11]