Mantap, Wilayah Hukum Polsek Woja yang Dulunya Rawan Kini tak Terdengar Lagi

Iklan Semua Halaman

.

Mantap, Wilayah Hukum Polsek Woja yang Dulunya Rawan Kini tak Terdengar Lagi

Sabtu, 07 Maret 2020
Kapolsek Woja IPDA Abdul Haris sedang berinteraksi dengan masyarakat. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Polsek Woja merupakan bagian dari Jajaran Polres Dompu yang di mana wilayah tersebut dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan cukup tinggi khususnya di Kabupaten Dompu NTB.

Namun, beberapa bulan ini, predikat wilayah rawan yang disandang oleh Kecamatan Woja itu berangsur tidak terdengar lagi, seiring dengan meningkatnya kondusifitas situasi wilayah hukum tersebut.

Kapolsek IPDA Abdul Haris yang kesehariannya disapa akrab Pape ini kepada Berita11.com mengatakan, kegiatan rutin kepolisian khusus jajaran Polsek setempat semakin ditingkatkan dan intensitas.

"Kami terus melakukan upaya dan pendekatan lebih dalam kepada masyarakat dengan menggerakkan semua kekuatan dan fungsi personel sehingga dapat menekan serta meminimalisir angka kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Woja khususnya", terang IPDA Abdul Haris, Sabtu (7/2/20) pagi.

Pape menerangkan, beberapa kegiatan telah dilaksanakan oleh Personel Polsek Woja diantaranya, patroli rutin, peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan tidak lupa para Bhabinkamtibmas yang tidak pernah berhenti menyambangi dan melakukan kegiatan persuasif dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat sehingga ada chemistry dan sinergi yang tercipta antara anggota Polri dengan masyarakat.
Jajaran Mapolsek Woja saat rapat koordinasi di aula Mapolsek setempat. Foto ist

"Semua pencapaian ini tidak luput dari kerja keras dan usaha bersama seluruh personel Polsek Woja. Sayapun selalu menekankan kepada Bhabinkamtibmas agar selalu merangkul masyarakat dan melakukan deteksi dini terhadap gejolak di dalam masyarakat serta mampu menyelesaikan masalah yang kecil sehingga tidak membias sehingga menimbulkan gangguan Kamtibmas", beber IPDA Abdul Haris.

Menurut Pape, wilayah Kecamatan Woja, dijuluki sebagai jalur Gaza karena identik dengan perang antar kampung dan sekarang perlahan sudah tidak ada lagi.

Hal itu disebabkan, kata Pape, karena seringnya personel Polsek Woja memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada warga terkait pentingnya menjaga situasi kamtibmas demo kemaslahatan bersama serta kemajuan dalam pembangunan Kabupaten Dompu.

Penyuluhan itu dilakukan, lanjut Pape, tidak hanya kepada orang-orang dewasa saja, akan tetapi anak-anak dibawah umur pun disambangi dan didekati oleh para Bhabinkamtibmas Polsek Woja.

"Bhabinkamtibmas Polsek Woja juga aktif dalam hal pembinaan mental rohani dan getol dalam hal kegiatan religi seperti menjadwalkan beberapa kegiatan seperti menjadi pembicara di beberapa sekolah dan musholla serta menjadi guru ngaji dibeberapa masjid yang ada di wilayah hukum Polsek Woja," urai Pape.
Bhabinkamtibmas Desa Bakajaya Polsek Woja Brigadir Agus Salim saat menyerahkan bantuan berupa buku ajaran Islam. Foto ist

"Semua itu dilakukan agar pemahaman tentang pentingnya menjaga situasi Kamtibmas itu sampai, bahkan kepada usia paling rendah pun," sambungnya.

Pape berharap, kondusifitas yang telah tercipta itu semoga dapat dipertahankan serta ditingkatkan lagi, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, dan lewat kesempatan ini, pihaknya memohon dukungan dan kerjasama dari semua elemen masyarakat dan mengajak warga untuk sama-sama menjaga situasi kodusifitas.

"Mari kita sama sama bahu membahu untuk mendukung Polri dalam cipta kondisi aman dan bermoral sehingga tercipta masyarakat madani yang taat hukum, sebab sejatinya kesuksesan Polri tidak akan terwujud tanpa dukungan dan kerjasama yang baik dengan masyarakat," pungkas Pape.

Kegiatan demi kegiatan terus dilaksanakan demi menjaga keamanan dan ketertiban dalam bermasyarakat, sehingga beberapa warga setempat, mengakui dan merasa senang dan mengapresiasi serta berterima kasih kepada pihak kepolisian khususnya personel Polsek Woja yang senantiasa melakukan pendekatan secara kemanusiaan.

"Kami merasa senang karena tidak hanya dalam menjaga situasi Kamtibmas, tetapi Bhabinkamtibmas juga memiliki sense of crysis dengan senantiasa memberikan bantuan kepada warga binaannya yang kurang mampu dan difabel," ucap salah satu warga Dahlan yang juga salah seorang yang mendapatkan bantuan alat bantuan jalan berupa tongkat ketiak. [B-10]