Kejari Dompu masih Periksa Saksi Dugaan Penyimpangan ADD Rababaka Rp 400 Juta -->

Iklan Semua Halaman

.

Kejari Dompu masih Periksa Saksi Dugaan Penyimpangan ADD Rababaka Rp 400 Juta

Tuesday, March 10, 2020
Kasi Pidsus Kejari Dompu, Isa Ansyori, SH. Dok. Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu NTB saat ini sedang proses penyidikan untuk ditetapkan sebagai tersangka (TSK) atas kasus dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) Rababaka Kecamatan Woja sebesar lebih kurang Rp 400 Juta.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Dompu Isa Ansyori, SH menjelaskan, sejauh ini pemeriksaan saksi baru satu orang yakni Kepala Desa (Kades) Tri Sutrisno yang seharusnya sudah tiga orang saksi dengan hari ini.

"Untuk sementara baru Kadesnya yang sudah diperiksa, sedangkan Bendaharanya masih sakit di Rumah Sakit Dompu," jelas Kasi Pidsus di ruang kerjanya, Selasa (10/3/20) siang.

Isa menerangkan, ada puluhan item program yang ditemukan hasil audit pihak Inspektur Inspektorat yang melatar belakangi kerugian negara. Dari sejumlah item tersebut nilainya berbagai versi.

"Sekitar Rp 400 juta itu terdiri dari 14 Item dengan berbagai variasi, ada yang nilai kecil dan ada yang nilai besar," terang Isa Ansyori.

Menurut Isa, dari sejumlah 14 item itu, masing-masing ada saksinya, keterangannya serta ada perbuatannya, hal itu lah yang menyebabkan lambat proses penyelidikan untuk ditetapkan sebagai TSK.

"Kami targetkan secepatnya tapi perkara desa ini banyak itemnya yang harus diperiksa, kami upayakan semaksimal dengan sumber daya manusia yang ada, kalau waktu sebulan tidak cukup pemeriksaan ini," beber Isa.

Dikatakannya, ketika sudah memenuhi alat bukti untuk ditetapkan seseorang TSK, pasti akan ditetapkan, karena, kata Isa, harus berdasarkan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) minimal dua alat bukti sehingga pihaknya bisa menetapkan seseorang sebagai TSK.

"Setiap hari tetap kami buatkan panggilan untuk saksinya, misalnya, hari ini buat panggilan untuk besok hari Kamis, besok Rabu buat lagi panggilan untuk hari Jumat, begitu seterusnya, kan saksinya nggak sedikit ini, kurang lebih 30 orang, belum lagi saksi ahlinya," kata Isa Ansyori. [B-10]