Kembali Terjadi, Oknum Kepala SMA di Dompu Diduga Tega Mencabuli Siswinya

Iklan Semua Halaman

.

Kembali Terjadi, Oknum Kepala SMA di Dompu Diduga Tega Mencabuli Siswinya

Rabu, 11 Maret 2020
Warga Dusun Sorisakolo saat melkaukan blokade jalan. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Dunia Pendidikan di Kabupaten Dompu kini kembali tercoreng oleh ulah oknum Bapak Kepala SMA Alyah Mini inisial SA. Oknum Kepala SMA tersebut diduga tega melakukan pencabulan terhadap siswinya Bunga (bukan nama asli), Selasa (10/3/20) siang.

Peristiwa tak terhormat ini terjadi berawal dari Bunga (korban) sedang melaksanakan ujian semester, setelah itu, korban tiba-tiba mendapat SMS dari SA (terduga pelaku) agar menemui di ruangan kelas yang kosong.

Korban mendatangi tempat yang dimaksud layaknya murid dan guru, tidak lama kemudian, terduga pelaku mengajak foto selfi dengan korban dengan posisi tangan memegang bahu Korban.

Dalam waktu bersamaan, terduga  pelaku langsung mencium pipi korban sebanyak dua kali kemudian menarik secara paksa tubuh korban dan korban mencoba menolak serta melakukan perlawanan.

Tak tahan dengan perlakuan terduga pelaku, akhirnya korban melarikan diri ke luar ruangan tersebut dan pulang rumahnya untuk memberitahukan kepada pihak keluarganya atas kejadian yang dialaminya.

Mendengar kejadian tersebut, pihak keluarga korban merasa keberatan sehingga melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Sat Reskrim Polres Dompu.

Hal itu dibenarkan Kapolres AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK melalui Ps. PAUR Subbag Humas AIPTU Hujaifah.

Hujaifah menjelaskan, akibat kejadian itu, sekira pukul 20.00 Wita, warga Dusun Sorisakolo,  Desa Sorisakolo, Kecamatan Dompu, terjadi aksi blokade jalan lintas Saneo yang dikoordinir Arif (pihak keluarga Korban) beruntung aksi tersebut tidak berlangsung lama dapat dicegah oleh anggota dari Polsek Dompu.

"Anggota Polsek Dompu dan dibeck up Kanit Handak AIPDA Heri Murtopo mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melakukan penggalangan terhadap warga untuk membuka jalan karena terduga pelaku telah dilakukan penangkapan oleh anggota," ungkap Hujaifah.

Sekira pukul 20.30 Wita, lanjut Hujaifah, jalan yang diblokade oleh warga dengan menggunakan kursi dan meja kembali dibuka setelah pihak keluarga memastikan pelaku telah ditangkap.

"Pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat menuju Polres Dompu untuk melihat terduga pelaku yang telah ditangkap," terang Hujaifah.

Sekira pukul 21.00 Wita, Ketua Lambo menemui warga dan melakukan koordinasi dan berdiskusi dengan warga terkait permasalahan pencabulan itu, akhirnya suasana kembali aman dan kondusif. [B-10]