Kembali Terjadi, Pria di Dompu Terkapar karena Tertancap Panah dari OTK

Iklan Semua Halaman

.

Kembali Terjadi, Pria di Dompu Terkapar karena Tertancap Panah dari OTK

Selasa, 24 Maret 2020
Irwansyah saat dicabut keluar busur panah yang tertancap di perutnya di RSUD Dompu. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Kasus pemanahan kembali terjadi. Seorang pria Irwansyah (22) warga Dusun Mpuri, Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu NTB terkapar karena diduga tertancap panah dari orang tak dikenal (OTK), Senin (24/3/20) malam, sekira pukul 22.10 Wita.

Menurut Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK melalui Ps. PAUR Subbag Humas AIPTU Hujaifah, peristiwa naas dialami pria Desa Bakajaya ini berawal dari korban bersama temannya duduk di pinggir jalan, tiba-tiba datang OTK dari arah barat menuju dompu dengan menggunakan sepeda motor merek Mio M3 warna hitam list kuning berbonceng tiga.

"Dari arah barat, datang satu unit sepeda motor berbonceng tiga menggunakan sarung sebagai penutup wajah langsung melakukan pemanahan terhadap korban, sehingga terkena perut sebelah kanan, melihat korban terkapar, temannya langsung membawa korban ke Puskesmas Dompu Barat dan dirujuk ke RSUD Dompu untuk dilakukan perawatan medis," beber Hujaifah.

Mendapat laporan masyarakat atas kejadian tersebut, lanjut Hujaifah, sekira pukul 22.30 Wita, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Nowa beserta beberapa anggota personel Brimob melakukan pengembangan dan lidik di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TPK).

"Setelah mendapat informasi di TKP, aparat kepolisian bergerak cepat mencari terduga, alhasil, aparat kepolisian berhasil mengamankan seorang pria inisial DW warga Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai guna untuk dimintai keterangan," beber Hujaifah.

Hujaifah menjelaskan, menurut keterangan dari DW bahwa ketiga orang pria yang berboncengan itu masing-masing berinisial RM (14) pelajar, AD (14) warga lingkungan Renda dan A (19) warga lingkungan Simpasai Kelurahan Simpasai.

"Sekira pukul 00.30 Wita, anggota mengamkan ketiga orang pria tersebut ke Polres Dompu untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan," terang Hujaifah.

Dari tangan DW, aparat kepolisian berhasil menyita satu unit sepeda motor, dua busur anak panah dan sebilah senjata tajam (parang). Dan hingga berita ini diturunkan, motif kejadian itu belum diketahui secara pasti, namun aparat kepolisian hingga saat ini sedang dilakukan pengembangan lebih lanjut. [B-10]