Melalui Aplikasi Krisna, Diskanlut Dompu Dapat DAK dari Pusat Rp1,6 Miliyar -->

Iklan Semua Halaman

.

Melalui Aplikasi Krisna, Diskanlut Dompu Dapat DAK dari Pusat Rp1,6 Miliyar

Monday, March 2, 2020
Kepala Diskanlut Ir. Wahidin, M. Si. Dok Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Berbagai program perencanaan dan penganggaran serta pelaporan informasi kinerja melalui aplikasi KRISNA Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Kabupaten Dompu telah berhasil dilakukan evaluasi dan pemutakhiran di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepala Diskanlut Ir. Wahidin, M.Si mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dan pemutahiran program tersebut Diskanlut dinyatakan sesuai dengan menu. Maka, Diskanlut diberikan bantuan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat untuk tahun 2020 sebesar Rp 1 Miliyar lebih.

“Berbagai program melalui aplikasi Krisna itu, sudah dilakukan evaluasi dan pemutakhiran jadi DAK kita untuk tahun 2020 ada sekitar kurang lebih Rp1,6 Miliyar,” kata Wahidin saat ditemui Berita11.com, di kantornya, Jumat pekan lalu.

Program yang diterapkan Diskanlut berupa bantuan seperti percontohan yang harus dilakukan melalui kerja sama dengan masyarakat, dan ada juga dari segi bantuan penangkapan ikan.

Selain itu ada juga bantuan dari segi budidaya perikanan. Jadi, kata Wahidin, cuman satu bidang yang belum bisa didanai DAK yakni pengolahan hasil perikanan karena tidak ada menunya.

“Upaya yang kami lakukan memang dari awal sudah mempersiapkan dengan matang dari mulai pelaksananya maupun waktunya, karena kita menginginkan program ini bisa berhasil,” beber Kadis Diskanlut.

Wahidin menjelaskan, salah satu contoh program yang akan dikembangkan kedepannya yaitu pemiliharaan ikan Nila di tambak, berhubung saat ini cuacanya belum memungkinkan untuk hal itu, jadi belum bisa dilakukan.

“Kita masih menunggu curah hujan, kalau curah hujan yang ada ini belum bisa kita untuk lepas Nila, karena airnya masih terasa asin, sedangkan yang kita tahu, Nila hidupnya dalam air tawar, tapi sudah banyak dikembangkan selama ini oleh beberapa petani,” terang Wahidin.

Menurut Wahidin, Nila yang dijual di pasar-pasar di Dompu adalah Nila berasal dari Lombok, sementara di Kabupaten Dompu hanya bisa dilakukan oleh pengusaha yang mapan. Untuk itu, pihaknya mulai arahkan ke masyarakat awam, dengan tujuan masyarakat nantinya akan terbiasa.

“Dengan banyaknya pembudidaya Nila, otomatis mereka (pembudidaya, red) membeli bibit Nila di BBI (Balai Benih Ikan) hal itu juga bisa terjadi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” urainya.

“Ini bagian dari upaya kita, bagaimana kebutuhan masyarakat itu bisa memanfaatkan BBI itu, ini yang menjadi keterkaitan kita dengan masyarakat,” sambungnya. [B-10]