Merasa Ditipu, Travel Glen Bakal Laporkan Oknum ASN Pegawai DPM-PD ke Polisi

Iklan Semua Halaman

.

Merasa Ditipu, Travel Glen Bakal Laporkan Oknum ASN Pegawai DPM-PD ke Polisi

Sabtu, 28 Maret 2020
Travel Glen dari depan. Foto Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPM-PD) Kabupaten Dompu inisial IM alias BM bakal dilaporkan ke Polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan pembayaran tiket pesawat senilai Rp 11.419,000.

Pemilik Travel Glen bernama Imadudin pria 39 tahun bertempat di lingkungan Sawete Barat Kelurahan Bali merasa tak tahan dan kecewa atas sikap dan janji palsu yang diberikan ketika menagih pembayaran tiket itu, sehingga ia bertekat untuk menempuh jalur hukum.

Menurut pemilik Travel Glen, IM alias BM memesan tiket sejak tanggal 31 Agustus 2019 lalu sebanyak tiga orang termasuk dirinya, dua diantaranya yakni ketua Korsp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Dompu, Nukman (ASN) dan Ketua LSM Ngahi Rawi Pahu, Wahyudin untuk keberangkatan ke Balikpapan.

"Tiket pesawat yang saya boking saat itu, atas nama dia (IM alias BM, red), Nukman dan Wahyudin," ungkap Imaduddin saat ditemui di kediamannya, Jum'at (27/3/20) sore, sekira pukul 16.30 Wita.

Imaduddin menjelaskan, awal keberangkatan ketiganya menggunakan pesawat dari Lombok menuju Balikpapan baru dua tiket saja yang sudah dibayar sedangkan satu tiket temannya dijanjikan akan melunasi setelah pencairan anggaran bantuan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu.

Lanjut Imaduddin, selang beberapa hari tiba di Balikpapan, IM alias BM kembali boking tiket sebanyak tiga lembar melalui telpon selulernya, karena hubungan sudah dianggap baik dan sudah saling percaya, akhirnya Imaduddin penuhi permintaan tersebut.

Menurut Imaduddin, tiket yang dipesan saat itu, start dari Balikpapan menuju Jakarta setelah singgah di Jakarta. IM alias BM bersama dua orang temannya start dari Jakarta menuju Lombok, setelah transit di Lombok, dua orang temannya melanjutkan perjalanan menuju Bima, sedangkan IM alias BM menggunakan pesawat hanya sampai di Lombok saja sesuai tiket yang dipesan.

"Saya selalu cek pencairan itu tanpa sepengetahuan mereka, dan pencairan anggaran dari kantor BPKAD untuk KAHMI sudah cair dari awal bulan Januari lalu," ungkap Imaduddin dengan nada sedikit kesal.

Imaduddin mengaku, pihaknya sudah sering kali menghubungi IM alias BM guna meminta pelunasan pembayaran tiket tersebut, bahkan dirinya sering ketemu langsung, namun dirinya selalu dikenyangi dengan janji dan janji palsu yang disuguhkan oleh IM alias BM.

"Sudah terlalu sering saya hubungi bahkan ketemu langsung sama dia (IM alias BM, red) tetapi saya hanya dibohongi. Bahkan, saya sering bicara baik-baik dengan cara kekeluargaan, tapi tidak diindahkan. Minggu depan saya akan masukan laporan," ancam Imaduddin.

Terpisah, Ketua KAHMI Nukman, saat ditemui awak media di kediamannya di lingkungan Bali Bunga Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja merasa kaget dengan pembayaran tiket pesawat tersebut, ia mengaku, pembayaran tiket itu telah dilunasi sebelum tanggal 10 Januari 2020 lalu melalui IM alias BM.

"Anggaran tiket sudah kami bayar lewat dia (IM alias BM, red) pada tanggal 7 Januari 2020 lalu, karena yang pesan tiket memang dia dan kami pun membayar melalui dia," terang Nukman. [B-10]