Monitoring Harga dan Imbau Pedagang soal Covid-19, Diskoperindag Kota Bima Isyaratkan OP

Iklan Semua Halaman

.

Monitoring Harga dan Imbau Pedagang soal Covid-19, Diskoperindag Kota Bima Isyaratkan OP

Senin, 30 Maret 2020
Sekretaris Diskoperindag Kota Bima Drs A Rifaid H Ibrahim Bersama Sejumlah Petugas Diskoperindag Melaksanakan Monitoring Harga Sembako dan Menyampaikan Imbauan Berkaitan Upaya Pencegahan Penyebarluasan Wabah Virus Corona di Pasar Raya Ama Hami Kota Bima, Senin (30/3/2020). Foto B-12/ Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima melaksanakan monitoring perkembangan harga serta menyampaikan imbauan kepada pedagang dan masyarakat pembeli pada sejumlah pasar di wilayah Kota Bima, Senin (30/3/2020). Sosialiasi berkaitan upaya menghadapi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Hasil monitoring, stok Sembako seperti pangan dan barang strategis dipastikan masih tersedia cukup. Sebelum pelaksanaan ibadah puasa Ramadan pada April 2020 mendatang, Diskoperindag Kota Bima akan menggelar oprasi pasar (OP).

Kepala Dinas Koperindag Kota Bima, Abdul Haris SE melalui Sekrertaris Diskoperindag Kota Bima Drs A Rifaid H Ibrahim menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan kebijakan berkaitan upaya antisipasi wabah virus Corona. Di antaranya mengadakan rapat koordinasi dengan dinas terkait.

“Sehingga kami membagi tugas masing masing sesuai kewenangan dan membentuk masing masing tim melakukan sosialisasi mulai dari Pasar Kumbe, Pasar Penarga dan sekarang hari ini di Pasar Amahami untuk mensosialisasikan dan imbauan kewaspadaan kita terhadap virus Corona,” ujar Rifaid di Pasar Amahami.

Sejumlah imbauan dan materi sosialisasi yang disampaikan pihaknya kepada para pedagang dan masyarakat pengunjung pasar yaitu tentang Surat Edaran Gubernur NTB maupun Surat Edaran Wali Kota Bima berkaitan wabah Covid-19.

Salah satu imbauan itu seperti pola hidup bersih dan sehat, tidak berkumpul dalam jumlah banyak, menjaga jarak, mewaspadai isu dan informasi bohong (hoaks/ disinformasi) seperti itu penutupan pasar.

“Sehingga kami selalu mengumumkan bahwa pasar itu belum tutup, sebelum ada himbauan dari pemeritah pusat dan daerah. Kami juga mengimbau kepada masyarakat pedagang dan pembeli jangan terprovokasi dengan adanya isu penutupan pasar,” harapnya.

Pihaknya berharap, apabila mendapati orang yang menyebarkan isu penutupan pasar, segera melaporkan ke pihak yang berwajib.

Dijelaskannya juga, Dinas Koperidag Kota Bima juga berupaya menekan harga-harga pahan pokok. Untuk sementara harga sembilan bahan pokok dan barang strategis di Pasar Amahami dan pasar pasar lain di Kota Bima terpantau stabil. Adapun kenaikan harga masih dalam tahap wajar. 





Rifaid menyebut, sesuai hasil monitorig pihaknya harga gula pasir masih pada kisaran Rp16 ribu/ Kg, minyak goreng Bimoli 1 liter Rp15 ribu lebih, beras Rp11 ribu dan Rp12 ribu/ Kg.

“Untuk sementara harga harga masih stabil. Adapun ada kenaikan di kisaran Rp500- Rp1.000 sesuai hasil pantauan di lapangan,” katanya.

Rifaid juga menjamin stok kebutuhan bahan pokok masih tersedia hingga mengahadapi bulan puasa , Ramadan tahun 20020 yang diperkirakan pada April mendatang. “Namun pembelian masih kita batasi, kuatir adanya aksi penimbunan bahan pokok dengan adanya isu Corono tersebut,” ujarnya.

Ia mengisyaratkan, Dinas Koperidag Kota Bima akan menggelar operasi pasar ketika mendekati bulan suci Ramadan. Pihaknya berharap wabah virus Corona cepat teratasi dan berlalu. Untuk itu, Diskoperindag Kota Bima mengimbau para pedagang dan pembeli agar tidak panik. Apalagi sampai menumpuk barang-barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula.

“Kita adakan operasi pasar, langkah ke depan untuk menanggulangi kelonjakan harga itu. Kami akan operasi pasar. Kepada pendagang jangan panik. Usahakan pada masing masing lapak atau kios siapkan air dan sambun untuk mencuci tangan,” imbaunya.

Di wilayah Kabupaten Bima harga gula pasir dalam negeri dijual hingga Rp9.500 per setengah kilogram atau Rp19 ribu/ Kg. “Kalau di kios harga gula Rp9.500 untuk setengah Kg atau Rp19 ribu/ Kg untuk harga di kios. Kalau di pasar masih Rp18 ribu,” ujar salah satu pedagang di Kabupaten Bima, Suharni.

Sementara itu, pantauan langsung Berita11.com di pasar Sila Kabupaten Bima, harga gula pasir dalam negeri masih dijual antara Rp17 ribu hingga Rp18 ribu. Demikian halnya harga beras dijual bervariatif antara Rp11 ribu- Rp12 ribu/ Kg. Sementara itu, pada tingkat heler harga beras kualitas Ir dijual Rp10 ribu. Diperkirakan harga beras kembali normal karena pada April dan Mei para petani di wilayah Kabupaten Bima memasuki musim panen.

Adapun jenis bahan pokok dan strategis yang mengalami kenaikan termasuk bawang merah dan tomat yang mencapai Rp18 ribu/ Kg. Sementara sebagian kelompok sayur jenis lainnya masih dengan harga yang sama seperti cabai besar. Kelompok bahan rempah seperti jahe juga mengalami kenaikan. [B-12/B-11]