Pasca Baca Putusan, Terdakwa ini Nekat Ingin Akhiri Hidup dengan Minum Racun Wipol

Iklan Semua Halaman

.

Pasca Baca Putusan, Terdakwa ini Nekat Ingin Akhiri Hidup dengan Minum Racun Wipol

Kamis, 12 Maret 2020
Terdakwa usai minum racun pembersih lantai merek Wipol dan kuasa hukumnya. 

Dompu, Berita11.com - Seorang terdakwa inisial AY wanita 45 tahun, warga Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu nekat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun pembersih lantai merek Wipol, Kamis, (12/3/2010) siang.

AY mengambil jalan pintas tersebut, usai pembacaan putusan majelis hakim Haries Suharman Lubis, SH, MH tentang dijatuhi hukuman atas kasus dugaan narkoba yang pernah dibekuk tim Opsnal Resnarkoba Polres Dompu beberapa bulan lalu.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu menuntut terdakwa penjara selama delapan tahun. Namun, majelis hakim putuskan hukuman penjara selama tujuh tahun enam bulan. Atas putusan itu, AY diduga merasa tak terima dengan putusan tersebut.

Menurut kuasa hukum terdakwa Kartika Candra Divinubun, SH, yang juga dari LBH Posbakumadin Dompu, bahwa putusan majelis hakim diduga tidak berdasarkan bukti sesuai pelanggaran terdakwa dalam Pasal 132 dan Pasal 114 tentang Undang-undang narkotika.

"Selama persidangan, kami gali informasi itu, namun tidak terbukti, karena tidak ada saksi baik dari pihak kepolisian maupun saksi umum yang menyatakan mereka (terdakwa, red) sedang melakukan transaksi jual beli narkoba jenis sabu-sabu seperti pasal 132 yang dituduhkan," ungkap kuasa hukum terdakwa. 

Kartika menjelaskan, terdakwa yang merupakan pasangan suami istri itu diduga kuat tak terima atas putusan tersebut. Dan pasca baca putusan, kedua terdakwa diantar kembali ke ruangan tahanan Pengadilan Negeri Dompu dalam ruangan yang berbeda, namun di dalam toilet ruangan AY diduga ada obat pembersih lantai merek Wipol.

"Setelah mendengar baca putusan mereka berdua termasuk saya dan penjaga dari Kejaksaan mengantar kemabali ke ruangan tahanan, setelah itu kami kembali ke ruangan sidang tiba-tiba terdengar teriakan, akhirnya kami ke sana korban sudah tergeletak di lantai dan terlihat di mulutnya ada cairan itu," beber Kartika.

Tak lama kemudian, terdakwa atau korban akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu oleh petugas kejaksaan untuk mendapatkan penanganan medis. [B-10]