Perekrutan Anggota PPS di Dompu Dinilai tak Adil dan Terkesan Curang

Iklan Semua Halaman

.

Perekrutan Anggota PPS di Dompu Dinilai tak Adil dan Terkesan Curang

Selasa, 17 Maret 2020
Sejumlah awak media saat meminta keterangan Ketua Devisi Hukum KPU Dompu Agus Setiawan, SH di ruang kerjanya. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Perekrutan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu untuk persiapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati mendatang dinilai tidak adil dan terkesan curang.

Hal tersebut disampaikan salah seorang peserta yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui Berita11.com di taman kota dompu, Senin (16/03/2020) siang.

Menurutnya, perekrutan calon PPS tidak sesuai mekanisme atau aturan yang berlaku, karena banyak permasalahan yang dia jumpai, mulai dari tahapan perekrutan berlangsung hingga ke tahapan pengumuman lulus.

"Perekrutan yang dilakukan KPU, sangat janggal dan di luar dari pada mekanisme, hal itu juga terbukti saat pengumuman kelulusan. Nama salah satu calon yang telah diluluskan keesokan hari nama yang lulus kemarin telah diganti dengan nama lain," katanya.

Tak hanya calon peserta yang ada di dompu namun peserta calon yang ada di wilayah lain pun merasakan keluhan yang sama, mereka berpendapat, jika memang tes itu hanya formalitas, lebih baik tidak usah diadakan perekrutan.

"Beberapa perserta lain pun seperti di Calabai, Mumbu, Manggelewa Kandai satu, Dorebara dan lainnya, merasakan kecewa dengan perekrutan anggota PPS," terang dia sedikit nada kecewa.

"Pengumuman kelulusan pertama tertera nama beberapa perserta calon, namun keesokan harinya setelah diliat kembali pada data nama calon yang lulus, yang diinput KPU sudah tidak ada, hal itu yang menimbulkan pertanyaan kami, kalau memang ada orang-orang tertentu, ngapain diadakan tes," sambungnya.

Ia menjelaskan, hal yang miris menurut dia, salah satu calon peserta yang berdomisili di Desa Mumbu Kecematan Woja yang diduga terkecimpung dalam kepengurusan partai politik diluluskan.

"Padahal, itu tidak diperbolehkan dalam aturan perekrutan calon anggota PPS, nyatanya diluluskan juga," ungkapnya dengan nada heran.

Terpisah, Ketua Devisi Hukum KPU Kabupaten Dompu, Agus Setiawan SH. yang ditemui beberapa awak media di ruang kerjanya mengakui, dengan adanya kekeliruan dalam perekruta yang diselengarakan KPU, seperti yang dilaporkan warga atau yang beredar di media sosial.

Dengan adanya kejanggalan itu agus mengakui, hal itu memang terjadi pada beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Dompu, seperti Calabai, Manggelewa, Mumbu, Woja, Kandai Satu, Dorebara dan lainya.

"Ya, hal itu sudah kami upayakan untuk mengkalarifikasi ulang beberapa permasalahan tersebut, seperti bersurat terhdap perserta calon yang lulus dinilai memiliki nama yang sama, orangnya berbeda," jujur Agus.

"Begitu juga dengan perserta calon anggota PPS yang lulus tapi diduga pernah masuk dalam kepengurusan partai politik yang tidak sesui aturan dalam perekrutan calon perserta, sesui ketentuan yang ada," sambung Agus.

Dikatakan Agus, pihak KPU akan pertimbangkan kembali dengan nama-nama yang telah diluluskan sambil melihat kejanggalan yang terjadi dan akan diumumkan kembali beberapa hari kedepan.

"Tentu kami akan pertimbangkan yang matang membatalkan hasil pengumuman kelulusan ini pada tahapan pertama, setelah semua sudah selesai diproses kembali semua yang dinilai bermasalah, baru kami mebeberkan hasil pengumuman tahap kedua, pada tanggal 22 nanti," pungkasnya. [B-10]