Saat Massa Tiga Kecamatan Merangsek ke AMNT, ini 10 Poin Tuntutannya

Iklan Semua Halaman

.

Saat Massa Tiga Kecamatan Merangsek ke AMNT, ini 10 Poin Tuntutannya

Selasa, 17 Maret 2020

Aksi Massa di Depan Gate PT AMNT Kabupaten Sumbawa Barat. Foto B-14/ Berita11.com.

Taliwang, Berita11.com—Massa dari tiga kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat Mencari Keadilan (GMSBMK ) berunjuk rasa pada tiga titik vital PT AMNT Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (17/3/2020). Dalam aksinya massa menyampaikan 10 tuntuan.

Massa yang berasal dari Kecamatna Jereweh, Maluk dan Sekongkang KSB memulai aksi di Gate Benete,  tepatnya di depan tiga pintu masuk  vital lingkar tambang , yakni Gate Benete Desa Benete , Gate 41 Alpa Townsite Desa Sekongkang dan Gate Swiss Desa Tongo .

Dalam aksinya para pendemo dikawal ketat puluhan aparat kepolisian, Brimob dan Satpam perusahaan. Massa menyampaikan aspirasinya karena kecewa dengan kebijakan yang di berlakukan oleh PT AMNT sebagai pengelola tambang Batu Hijau, karena kurang memerhatikan nasib masyarakat lokal lingkar tambang.

Salah satu anggota massa, Ibu Alwi mengungkapkan, gencarnya PHK yang diberlakukan PT AMNT terhadap warga lokal membuat perekonomian menjadi masalah utama saat ini. aksi massa di Gate Swiss Desa Tongo menjadi perhatian. Di mana seorang ibu beserta anak-anaknya yang masih kecil ambil bagian dalam aksi unjuk rasa.

“Anak- anak saya ajak karena mereka merasakan dampak ekonomi , karena bapaknya diPHK dari perusahaan besar ini dan mereka harus merasakan kondisi ekonomi saat ini,” ungkap Ibu Alwi.

Dalam aksinya, massa menyampaikan 10 poin menuntut terhadap PT AMNT yaitu.

  1. Meminta perusahaan membuka peluang kerja seluas-luasnya (80 persen: 20 persen) untuk posisi strategis (bukan job order sebagai OB).
  2. Memberdayakan pengusaha lokal dengan membentuk manajemen sendiri LBI
  3. Memaksimalkan dan transpara dana CSR untuk pemberdayaan masyarakat lokal.
  4. Stop PHK masyarakat lokal dan hapus outsourcing terhadap karyawan lokal
  5. Mengembalikan karyawan yang tinggal di camp untuk keluar dan kebijakan perusahaan terkait roster karyawan
  6. Menuntut kejelasan smelter dan turunannya
  7. Tutup rekrutmen dengan satu pintu
  8. Buka lagi Humas tiap kecamatan di lingkar tambang
  9. Hapus blacklist terhadap masyarakat lokal dan pengusaha lokal lingkar tambang
  10. Batasi karyawan dari luar




Yuni Bourhany selaku Inisiator aksi unjuk rasa, kepada Berita11.com mengatakan, pihaknya sangat menyanyangkan sikap PT AMNT dan Pemda KSB yang tidak memiliki niat baik atas aksi yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat Mencari Keadilan.

“Mulai subuh kami demo hingga mau membubarkan diri jam 10:17 WITA, tidak ada satupun pihak manajemen perusahaan mau menemui kami . Termasuk Pemda, padahal kami sudah melayangkan surat pemberitahuan bahwa kami akan demo,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai inisiator aksi terhadap perusahaan yang “nota bene” bertamu di Maluk Sumbawa Barat, harus diajarkan adab cara bertamu yang baik. Hingga saat ini, 10 tuntutan massa belum ada yang direspon. Massa akan tetap melakukan aksi demonstrasi selama tuntutan belum dipenuhi.

Sementara itu, Bagian Humas PT AMNT ketika dikonfirmasi melalui sambungan Ponsel berkaitan tuntutan dan aksi massa tidak direspon hingga berita ini diturunkan.  [B-14]