Sekdes yang Dipecat masih Berkantor, PMP2R Gelar Aksi Protes

Iklan Semua Halaman

.

Sekdes yang Dipecat masih Berkantor, PMP2R Gelar Aksi Protes

Selasa, 10 Maret 2020
Saat Menggelar Aksi, di Jalan Negara di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Massa PMP2R Sempat Saling Dorong dengan Aparat Keamanan yang Mengawal Aksi, Selasa (10/3/2020).



Bima, Berita11.com  Lebih kurang 30 orang anggota Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat (PMP2R) yang dikoordinir Rizki AR menggelar aksi unjuk rasa di persimpangan Desa Bolo menyorot mantan Sekdes Bolo Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima,  Anas Indirani masih berkantor, Selasa (10/3/2020). 

Padahal mantan Sekdes itu sudah diputus oleh Pengadilan Negeri bersalah dalam kasus perusakan fasilitas kantor Desa Bolo dan ditindalanjuti Kades sebelumnya dalam bentuk pemecatan.

Dalam aksinya, massa membakar ban bekas dan memboikot arus lalu lintas jalan raya raya. Terjadi ketegangan dan aksi saling dorong antara massa dengan aparat kepolisian saat aksi berlangsung, karena massa memaksakan diri memboikot jalan raya.
Menurut PMP2R, mantan Sekdes Anas Indriani telah dipecat pada November 2018, sesuai Surat Keputusan (SK) Nomor 1/XU/2018 bertanggal 11 November 2018 tentang pemecatan oknum Sekdes tersebut oleh Kades Bolo ketika dijabat Kades Abubakar BA.

Anas Indriadi dipecat dari jabatannya sebagai Sekdes Bolo karena melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas kantor Desa Bolo yang di antaranya,3 printer merk Canon dan Epson. Selain itu, memecahkan lemari dan tiga kursi plastik. Kejadian ketika itu direspon Kades Bolo yang kemudian dilaporkan Polsek Madapangga.


Selanjutnya, setelah proses hukum berjalan hingga kasus perusakan itu dilimpahkan ke Kejari Bima dan proses persidangan di PN Bima. mantan Sekdes itu divonis bersalah, sehingga Kades Bolo secara resmi mengeluarkan surat pemberhentian atau pemecatan.

“Untuk itu, kami meminta Camat Madapangga agar memberikan rekomendasi terkait pemberhentian Sekretaris Desa Bolo. Serta meminta BPMDes dan Inspektorat Kabupaten Bima memproses sesuai aturan, Sekdes Bolo Saudara Anas Indriani,” desak Rizki, korlap massa.

Menanggapi tuntutan massa, Kades Bolo, Muhtar H Idris, mengatakan pihaknya akan mendalami SK pemecatan Sekdes tersebut.

Menurutnya Pemdes setempat belum bisa menyimpulkan dan mengambil keputusan hari ini. “Karena pemerintah desa tidak bisa langsung mengambil keputusan saat ini mengingat SK tersebut merupakan SK Kades sebelumnya,” katanya.

Massa kemudian memberikan waktu tiga hari kepada Kades Bolo untuk menelaah SK pemecatan. Massa kemudian membubarkan diri. [B-19]