Silaturahim dengan Masayarakat Pesisir Soromandi, IMAN: Pengecer Nakal akan Dicabut Izinnya

Iklan Semua Halaman

.

Silaturahim dengan Masayarakat Pesisir Soromandi, IMAN: Pengecer Nakal akan Dicabut Izinnya

Sabtu, 07 Maret 2020
Bakal Calon Bupati Bima, dr H Irfan Sulaiman Bertatap Muka dan Berdialog dengan Masyarakat Pesiri di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Sabtu (7/3/2020). Berbagai Persoalan Masyarakat seperti Masalah Pupuk Menjadi Salah Satu Prioritas Pasangan IMAN jika Dipercaya Masyarakat Memimpin Kabupaten Bima.



Bima, Berita11.com— Pasangan Bakal Calon Bupati Bima, dr H Irfan Sulaiman dan Bakal Calon Wakil Bupati Bima, H Herman Alfa Edison (IMAN) bersilaturahim dengan masyarakat sejumlah desa pesisir di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Sabtu (7/3/2020). Momentum ini dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan harapan kepada pasangan IMAN jika kelak memimpin Kabupaten Bima.

Sejumlah permasalahan masyarakat pesisir yang diserap pasangan IMAN yaitu masalah berkaitan dengan nelayan dan petani. Pasangan IMAN mengawali kegiatan dengan mampir dan blusukan sebentar di Desa Bajo, kemudian dilanjutkan di Dusun Sarita Desa Punti, Desa Kananta, Desa Sai hingga Sampungu.

Ketika berdialog dengan pasangan IMAN, pemuda Desa Sai, Zaidun menyampaikan harapan agar masalah stok pupuk harus menjadi perhatian pemerintah. Harga pupuk yang tersedia harus terjangkau atau normal, sehingga dapat membangkitkan perokonomian masyarakat petani.

Hal yang sama disampaikan petani lainnya di Desa Sai, H Jufrin (65 tahun). ia berharap, masalah kelangkaan pupuk dan harga yang normal menjadi atensi pasangan IMAN jika kelak memimpin Kabupaten Bima.

Menjawab harapan perwakilan masyarakat tersebut, Bakal Calon Bupati Bima, dr H Irfan Sulaiman menyatakan pihaknya berkomitmen menjaga stok pupuk dan stabilisasi harga, sehingga mengatasi persoalan dalam masyarakat.

Bakal Calon Wakil Bupati Bima, H Herman Alfa Edison saat Berdialog dengan Masyarakat Pesisir Kecamatan Soromandi.
“Kalo kami jadi bupati, kami berkomitmen menstabilkan harga pupuk,” katanya.
Mantan anggota DPRD ini, juga menyampaikan isyarat tegas untuk mengatasi masalah petani. Jika ada pengecer nakal yang mensengsarakan rakyat, pihaknya tak segan mencabut izinnya.

“Akan diberikan tindakan tegas kepada pengecer nakal. Bila perlu akan cabut izinnya dan berikan kepada yang lain,” tandasnya.

Ditambahkannya, solusi yang akan disiapkan oleh IMAN  menghindari permainan pengecer terhadap harga pupuk, maka pemeritah daerah akan membeli pupuk dari pengecer (produsen) dan selanjutnya petani atau masyarakat dapat membeli pupuk dari pemerintah dengan harga normal. [B-11/Inf/*]