Supriadin Warga Sambitangga Dibacok, ini Pemicunya

Iklan Semua Halaman

.

Supriadin Warga Sambitangga Dibacok, ini Pemicunya

Kamis, 19 Maret 2020
Supriadin saat di RSUD Dompu. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Seorang Pria Supriadin alias Yuda (25) warga lingkungan Sambitangga Kelurahan Kandai Satu dibacok oleh SR (16) warga lingkungan Dorompana Kelurahan yang sama Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, Rabu (18/3/20) malam.

Hal itu terjadi dipicu lantaran Supriadin bersama temannya inisial DD (34) sebelumnya mereka diduga telah mengambil jagung milik bapak terduga pelaku yakni Zulhijah (52). Tak hanya mengambil jagung, Zulhijah juga diduga dibentak oleh DD hanya lantaran ditegur saat mengambil jagung.

Menurut Zulhijah, hilangnya jagung bukan kali pertamanya, namun hal itu telah berulang kali, Namun baru kali ini, Zulhijah melihatnya hendak ingin berwudhu untuk persiapan shalat magrib.

Ketika ditanya, Zulhijah dibentak oleh DD dengan menggunakan bahasa daerah "Au si ipi kai ngango asa Ita ke" artinya, kenapa mulut anda berisik, kurang lebih seperti itu.

"Saya sedang berwudhu, saat itu saya mendengar suara petik jagung dan saya bertanya, siapa, dijawab sama DD, kemudian saya dibentak lagi sama DD," cerita Zulhijah.

Setalah memetik jagung dan membentak Zulhijah, Supriadin dan DD nggak juga membawa jagungnya, akan tetapi disimpan di tempat lahan jagung, kemudian mereka pulang.

Akibat kejadian itu, istri dari Zulhijah yakni Siti Fatimah menelpon anak-anaknya guna memberitahukan kejadian tersebut, tak lama kemudian, tiga orang anaknya dan seorang menantunya inisial AMR mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menanyakan orang yang mengambil jagung dan membentak bapaknya, akhirnya bapaknya membeberkan nama kedua pria tersebut.

Setelah mengetahui kedua pria tersebut, ketiga anak Zulhijah dan seorang menantunya AMR mencari kedua orang yang dimaksud di perkampungan mereka.

Menurut salah satu kakak terduga pelaku inisial AS, tiba di rumah DD, mereka bertanya, kenapa sampai ingin memukul bapaknya dan berapa orang temannya, selain itu, mereka juga memberitahukan supaya tidak mengambil lagi jagung mereka.

"Kita tiba di rumah DD, kami tanya baik-baik kenapa bapak kami ingin dipukul dan supaya tidak melakukan hal itu lagi, namun ketika ditanya tiba-tiba datang Supriadin dan membentak kami, pada hal, kami bicara baik-baik dengan DD," ungkap AS.

Mendengar interogasi itu, Supriadin membentak AMR dengan nada yang tinggi dengan menggunakan bahasa daerah, "au si ipi sodi nggomi re" artinya, kenapa kamu tanya begitu, kurang lebih seperti itu.

Akibat dibentak, suasana semakin memanas, Supriadin coba mendatangi AMR diduga untuk melakukan serangan namun belum sampai di tempat AMR, Supriadin lebih duluan dibacok oleh SR.

"Saat kami tanya DD, Supriadin datang dengan nada keras, hingga saya bilang ke Supriadin supaya diam karena dia juga ipar saya, tapi dia (Supriadin, red) tetap saja mau serang kami, saat dia mau mendekati kami tapi lebih duluan dibacok sama adik saya," beber AS.

Saat kejadian itu juga, semua warga berhamburan dan Supriadin sempat mencari parang guna menyerang mereka, saat itu pula ketiga anak dan seorang menantunya AMR tinggalkan TKP.

"Dia (Supriadin, red) mencari parang kami langsung balik dan kami sempat dilempar menggunakan batu tapi tidak ada yang kena," pungkas AS. [B-10]