Tak Hanya Rawat dan Bersihkan Area Dam Pela Parado, Petugas juga Rutin Beri Laporan

Iklan Semua Halaman

.

Tak Hanya Rawat dan Bersihkan Area Dam Pela Parado, Petugas juga Rutin Beri Laporan

Minggu, 22 Maret 2020
Bendungan Dam Pela Parado Kabupaten Bima. Dok. Poris Berita11.com

Bima, Berita11.com - Bendungan merupakan infrastruktur yang memiliki peranan penting dalam pengelolaan sumber daya air, sehingga kebutuhan masyarakat lebih khusus warga tani akan tetap terpenuhi.

Untuk itu, petugas Bendungan Dam Pela Parado Kabupaten Bima yang berjumlah lima orang, rutin melakukan perawatan dan membersihkan area tersebut, seperti yang dilakukan pada Sabtu (21/3/20) kemarin.

Tak hanya melakukan perawatan atau pembersihan saja, putugas juga tetap rutin memberikan laporan terkait perkembangan atau masalah yang terjadi di Dam Pela Parado.

"Pekerjaan kita sehari-hari adalah merawat Bendungan ini serta melaporkan elevansi airnya berapa, curah hujannya berapa dan kami juga tetap melaporkan apapun permasalahan yang terjadi dalam Bendungan ini," ujar Koordinator Bendungan Pela Parado Juwait, S.Pt.
Petugas saat membersihkan Dam Pela Parado. Foto Poris Berita11.com

Ia menjelaskan, jika terjadi sesuatu di Dam Pela Parado seperti kelainan difinos atau ada kelainan rembesan airnya akan dilapor ke Unit Pengelola Bendungan (UPB).

"Untuk selama ini, Alhamdulillah belum ada masalah, cuman kerjaan rutin membersihkan dan melaporkan elevasi saja," beber Juwait. 

Bendungan Dam Pela Parado sendiri mampu mengairi areal persawahan masyarakat seluas 7.000 lebih hektar yang meliputi tiga Kecamatan antara lain, Kecamatan Monta, Woha dan Belo.

"Yang sudah pasti dua Kecamatan yaitu Kecamatan Simpasai dan Woha sedangkan Kecamatan Belo sebagaian kecil saja yang kita suplai di sana, karena irigasinya dan kemampuan airnya tidak memungkinkan untuk secara merata, bahkan Talabiu juga kena," terang Juwait.
Lakasi Dam Pela Parado di lihat dari atas. Foto Poris Berita11.com

Dikatakan Juwait, seharusnya tampungan air pada bulan ini sudah melimpah dan telah melewati elevasi atau ukuran yang masih 1.45.00, hal itu disebabkan kurangnya curah hujan dan perambahan hutan di sekitar lokasi penampungan air semakin merajalela.

"Kami berharap kedepannya, baik Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten bisa memperhatikan hutan disekitar genangan air, karena disekitar lokasi ini adalah daerah tangkapannya, sementara gunung-gunung ini sudah pada gundul semua, apalagi bendungan ini bagian dari sumber kehidupan masyarakat banyak," tandasnya. [B-10]