Tak Puas dengan Penjelasan Kades soal ADD Tahun 2019, Massa Palang Pintur Kantor Desa Renda

Iklan Semua Halaman

.

Tak Puas dengan Penjelasan Kades soal ADD Tahun 2019, Massa Palang Pintur Kantor Desa Renda

Senin, 23 Maret 2020
Aksi Pemalangan Pintu Kantor Desa oleh Massa yang Menggelar Unjuk Rasa Menyorot Penggunaan ADD Tahun 2019 di Kantor Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Senin (23/3/2020).


Bima, Berita11.com— Massa yang menamakan diri Aliansi Pemuda Desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima yang dipimpin Yusuf Malik memalang kantor desa setempat karena puas dengan jawaban Kepala Desa Renda berkaitan penggunaan alokasi dana desa (ADD) tahun 2019 saat menggelar aksi, Senin (23/3/2020). Sebelum menyegel kantor desa, massa menyampaikan orasi dan sejumlah tuntutan.

Dalam orasinya, massa  mendesak pengawasan pelaksanaan program Pemerintah Desa Renda berkaitan penggunaan anggaran 2019. Selain itu, mendesak pemerintah desa memperjelas rincian penggunaan anggaran fisik dan nonfisik tahun 2019.

“Kami juga meminta BPD agar segera memanggil tim TPK untuk memperjelas penggunaan anggarana kegiatan keseluruhan,” katanya.

Massa menduga ada pembagian uang bencana alam Rp10 juta. Selain itu, menuding  BUMDES setempat menyalahgunakan dana hibah bantuan pemerintah pusat senilai Rp100 juta. Karena tidak ada transparansi pengelola anggaran BUMDES dan pendapatan asli desa (PAD).

Sebelum memulai aksinya, massa berkumpul di Lapangan Desa Renda, kemudian berkonfoi menuju Kantor Desa Renda. Setelah tiba,  massa berorasi secara bergantian.

“Kami meminta Pemerintah Desa Renda untuk menjelaskan kenapa dalam menjalankan kegiatan pembangunan fisik atau pemberdayaan tidak menjunjung tinggi asas keterbukaan dan tidak tertib administrasi,” desak Yusuf.




Ia juga meminta BPD setempat menjalankan tugasnya dalam mengawasi penggunaan ADD tahun 2019.

Dalam aksinya, massa berupaya menutup ruas jalan menggunakan mobil pickup, namun berhasil dihalau aparat kepolisian.

Sekira pukul 11.00 Wita, Kapolsek Belo IPDA Abdul Malik dan Perwira Polres Bima AKP Hanafi dan IPDA Sudarto melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Renda, Lukman, SE agar menanggapi beberapa tuntutan dari massa aksi.

Dalam penyampaianannya, Kades Renda Lukman, SE menjelaskan, dirinya berterima kepada mahasiswa yang peduli dengan kinerja Pemerintah Desa Renda, dengan menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Kita perlu pahami bersama bahwa regulasi dalam pemerintahan desa sudah diatur dan mempunyai mekanisme yang dituangkan dalam undang-undang tentang desa,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah desa setempat sudah bekerja sesuai regulasi dan peraturan yang berlaku, berdasarkan aspirasi serta kebutuhan dari masyarakat Desa Renda.

“Kami pemerintah Desa Renda tidak berani menyerahkan RAB kepada adik-adik, karena tindakan itu di luar ketentuan. Apabila rekan-rekan mempunyai bukti silakan klarifikasi secara langsung ke kantor desa dan apabila itu terbukti silakan laporkan kepada pihak yang berwenang untuk melakukan audit terkait penggunaan ADDtahun 2019,” tandasnya.

Jawaban Kades tak memuaskan massa aksi. Lantaran Kades juga belum menyerahkan data penggunaan ADD tahun 2019 Desa Renda sebagaimana yang diminta oleh mereka. Tak lama, sekira pukul 11.50 Wita, massa memalang pintu kantor desa setempat menggunakan kayu.

Aksi massa dikawal Kasat Sabhara Polres Bima, IPTU Daniel Ibilona dan personel kepolisian lainnya. [B-11]