Anggota JT Protes karena Ditempatkan secara Bersamaan di RSP Manggelewa -->

Iklan Semua Halaman

.

Anggota JT Protes karena Ditempatkan secara Bersamaan di RSP Manggelewa

Wednesday, April 22, 2020
Danramil Manggelewa, Kapten Inf Mujiono dan Anggota Koramil Manggelewa Bersama Anggota Polsek Manggelewa Berupaya Menenangkan Anggota JT yang Dikarantina di RSP Manggelewa, Rabu (22/4/2020) Siang.

Dompu, Berita11.com— Sejumlah anggota JT dengan hasil rapid test reaktif melakukan aksi protes di Rumah Sakit Pratama (RSP) Manggelewa, Kabupaten Dompu, Rabu (22/4/2020). Aksi protes memicu keributan hingga petugas keamanan diturunkan di lokasi tersebut pada siang hari. 


Perisitwa tersebut disampaikan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat SH S.I.K melalui PS. Paur Subbag Humas Polres Dompu, AIPTU Hujaifah.

Rupanya aksi protes para anggota JT yang dikarantina di RSP Manggelewa dilatarbelakangi kekuatiran anggota JT ditempatkan dalam ruangan yang sama. Padahal hasil swab nanti belum tentu saja. Aksi protes menyebabkan pintu pembatas di RSP Manggelewa rusak, sehingga direktur RSP setempat, dr Husni Mubarak menginformasi peristiwa keributan kepada aparat keamanan.

Sekira pukul 11.38 Wita, anggota Polsek Manggelewa dan anggota Koramil Manggelewa langsung menuju RSP Manggelewa. Setelah tiba di TKP, Danramil Manggelewa dan Kanit IK Polsek Manggelewa langsung menemui anggota JT dan menanyakan permasalahan hingga memicu keributan.

Anggota JT menyampaikan, keributan mereka karena meminta kehadiran Pemkab Dompu terutama Bupati HBY di RSP setempat. Anggota JT menginginkan agar Bupati Dompu dan Ketua DPRD Kabupaten Dompu mendengar langsung keluhan mereka. Karena sudah melayangkan surat ke Bupati Dompu.

“Surat yang kami layangkan sampai hari ini belum dipenuhi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Dompu,” kata salah satu anggota JT.

Pihaknya meminta Pemda Dompu memerhatikan dengan baik nasib anggota JT. “Kami tidak mau ditampung seperti ini, karEna tempat ini tidak cukup buat kami. Karena terlalu banyak Jama'ah Tabliqg yang ditampung, sehingga kami tidak leluasa,” katanya.

Anggota JT meminta agar yang ditempatkan dalam satu ruangan hanya 1-2 orang, tidak ditampung seperti kondisi sekarang.

“Kami belum tentu positif Covid-19 dan siapa tahu di antara kami yang dikarantina, yang positif Covid-19. Itu yang ditakutkan oleh kami, makanya kami jangan ditampung seperti ini,” pintanya.

Adapun Danramil Manggelewa Kapten Inf Mujiono menyampaikan, aspirasi para pasien tersebut akan pihaknya sampaikan kepada Bupati Dompu atau Ketua DPRD Kabuapaten Dompu. “Saya akan langsung menghubungi Bupati Dompu untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi bapak-bapak,” janji Danramil Manggelewa.

Danramil meminta, anggota JT yang sedang dikarantina terpusat agar bersabar menunggu penyampaian pihaknya kepada Bupati Dompu. “Sambil menunggu informasi dari saya agar bapak-bapak tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum demi kebaikan bapak-bapak sendiri dan kejadian ini sudah anarkis,” katanya.

Hasil komunikasi Danramil Manggelewa dengan Bupati Dompu, bahwa Bupati HBY sedang rapat bersama Muspida. Setelah rapat Bupati Dompu akan ke RSP Manggelewa. Hasil komunikasi tesrebut kemudian disampaikan Danramil kepada anggota JT. Mendengar penyampaian tersebut, para anggota JT senang dan memekikan Allahu Akbar. Setelah itu, kembali ke ruangan untuk melaksanakan salat Zuhur berjemaah. 



Anggota Polsek Manggelewa juga Memantau dan Berupaya Menenangkan Anggota JT yang Dikarantina di RSP Manggelewa.

Sekira pukul 12.00 Wita, Kapolsek Manggelewa IPDA Redho Rizki Pratama, S.Tr.K tiba di RSP Manggelewa dan langsung menemui dan berkoordinasi dengan Direktur RSP Manggelewa dr Husni Mubarak.

Disampaikan keributan anggota JT yang dirantina di RSP setempat karena kondisi ruangan yang sempit. Pasca keributan dan setelah situasi kondusif, kegiatan dilanjutkan pengambilan swab terhadap 24 pasien reaktif sesuai hasil rapid test, sebelum dikirim ke RSUP NTB. [B-10]