Bobol Pintu Ruang Isolasi, Pasien yang Dikarantina di RS Pratama Manggelewa Berupaya Kabur

Iklan Semua Halaman

.

Bobol Pintu Ruang Isolasi, Pasien yang Dikarantina di RS Pratama Manggelewa Berupaya Kabur

Rabu, 22 April 2020
Anggota JT yang Berupaya Kabur dari Karantina di RS Pratama Manggelewa Kabupaten Dompu, Ditenangkan oleh Temannya, Rabu (22/4/2020). Kolase Berita11.com.

Dompu, Berita11.com— Sejumlah pasien dengan hasil rapid test reaktif yang sedang menjalani karantina di Rumah Sakit Pratama Manggelewa, di Desa Doromelo, Manggelewa Kabupaten Dompu berupaya kabur dengan membobol pintu ruangan isolasi, Rabu (22/4/2020) pagi. Aksi pasien yang umumnya merupakan anggota JT ini berhasil digagalkan petugas RS dan aparat keamanan yang bertugas di tempat tersebut.

Informasi yang diperoleh, sekira pukul 06.30 Wita, petugas medis dan Satpam RS Manggelewa mengantarkan sarapan pagi untuk para pasien yang diawali doa oleh salah satu pasien. Akan ditetapi di tengah para pasien hendak sarapan, salah satu pasien Tn. S (46 tahun) menolak untuk sarapan dan menuju pintu ruangan isolasi. Ia mendobrak pintu, namun aksinya didengar oleh petugas medis yang sedang piket.

Salah satu pasien yang dikarantina, Tn. M HM (34 tahun), warga Dusun Rasanggaro Barat Desa Matua, Kecamatan Woja menyampaikan keluhan para pesien selama menjalani karatina.

“Kenapa dari awal warga Jemaah Tabligh yang tiba di Pelabuhan Bima setelah kembali dari Makassar tidak langsung dikarantina? Mengapa baru sekarang dikarantina, setelah masing-masing sudah karantina mandiri di rumah,” protes Tn M HM mewakili para anggota JT lainnya.

Selain itu, Tn M juga memprotes karena hanya anggota JT yang menjalani rapid tes. Padahal banyak warga lain yang datang dari zona merah daerah penularan Covid-19. Dia juga meminta Pemda Dompu agar tidak melakukan rapid tes terhadap para kerabat anggota JT karena telah bebas dari virus Corona. 



Aparat Keamanan dan Petugas Security RSP Manggelewa Memperketat Pengawasan Pasca Upaya Kabur oleh Anggota JT.

Tak hanya Tn. M, para anggota JT lainnya yang sedang menjalani karatina di RS Pratama Manggelewa, juga meminta penjelasan berkaitan karantina setelah melewati masa inkubasi 14 hari. Karena seluruh anggota JT telah kembali dari Gowa Sulsel sejak 33 hari lalu. Masalah lainnya, anggota JT tidak menunjukkan ciri-ciri terpapar Covid-19.

Usai mendengar arahan dan imbauan dari petugas RS Pratama Manggelewa dan aparat keamanan, para anggota Jemaah Tabligh kemudian kembali tenang dan mau mengikuti proses lanjutan karantina. 


Adapun pihak Polres Dompu yang dikonfirmasi Berita11.com melalui Kasubbag Humas Polres Dompu menyatakan, belum menerima informasi perihal persitwa tersebut. [B-10]