Dishub NTT Tutup Akses Penumpang dan Sepeda Motor, 97 Warga Labuan Bajo Terkatung-Katung di Sape -->

Iklan Semua Halaman

.

Dishub NTT Tutup Akses Penumpang dan Sepeda Motor, 97 Warga Labuan Bajo Terkatung-Katung di Sape

Wednesday, April 15, 2020
Penumpukan Calon Penumpang Tujuan Labuan Bajo NTT di Kantor ASDP Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Rabu (15/4/2020) Malam.

Bima, Berita11.com— 97 warga Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tertahan di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima NTB karena Dinas Perhubungan (Disub) NTT mengeluarkan kebijakan larangan masuk untuk penumpang kapal dan sepeda motor di wilayah provinsi itu. 

Selain 97 penumpang tujuan Labuan Bajo, terdapat dua unit mobil dan 47 sepeda motor yang tertahan di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima akibat kebijakan Dishub Provinsi NTT. 

Dalam surat berkop Dinas Perhubungan Provinsi NTT, nomor Dishub 550/552.3/250/IV/2020 yang ditanda tangani Kadishub Provinsi NTT, Isyak Nua ST MM, bahwa untuk menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di NTT dan memerhatikan kondisi beberapa wilayah kabupaten/ kota yang warganya telah teridentifikasi positif tertular Covid-19 serta minimnya sarana dan prasarana kesehatan dalam menanggulangi Covid-19 di NTT, maka pihaknya menginstruksikan kepada seluruh operator kapal, baik kapal angkutan laut maupun kapal angkutan penyebrangan untuk tetap beroperasi dalam pendistribusian bahan-bahan logistik, namun tidak memuat penumpang, terhitung 13 April 2020 hingga 30 Mei 2020 mendatang.

Salah satu warga NTT yang hendak menyebrang Labuan Bajo berharap Bupati Mabar dan pihak Pemrov NTT memerhatikan nasib warganya yang tertahan di Pelabuhan Sape Kabupaten Bima, NTB akibat kebijakan tersebut. 



Mereka mengaku, telah dibakali surat kesehatan bahwa kondisinya bebas dari Covid-19. Kondisi penutupan pelabuhan untuk penumpang dan sepeda motor menjadi dilema bagi warga. karena untuk kembali ke Provinsi Bali, daerah tempat mereka merantau sangat tidak memungkinan dengan adanya pemberlakuan lock down atau PSBB di wilayah itu.

“Kami mohon kepada Bupati Manggarai Barat agar memertimbangkan itu,” ujar salah satu warga Labuan Bajo NTT.

Informasi yang diperoleh Berita11.com dari petugas pelabuhan Sape Kabupaten Bima, bahwa hingga pukul 20.00 Wita, calon penumpang tujuan wilayah NTT masih menumpuk di pelabuhan Sape. Rencannya KMP Cakalang 1 berangkat pada Kamis, 16 April 2020 d an kembali pada Jumat, 17 April 2020 sekira pukul 08.00 Wita. [B-12]