Mengabdi untuk Masyarakat di tengah Pandemi Corona, Kini UJ harus Jalani Karantina -->

Iklan Semua Halaman

.

Mengabdi untuk Masyarakat di tengah Pandemi Corona, Kini UJ harus Jalani Karantina

Tuesday, April 21, 2020
Rumah Dinas Sekda Dompu tempat karantina UJ bekas tinggal Sekda. Foto Poris Berita11.com. 

Dompu, Berita11.com - Saat Pandemi Corona masih melanda sejumlah negara dan daerah, paramedis menjadi salah satu garda terpenting. Sudah banyak paramedis dan medis yang gugur, demi menangani kondisi warga yang dicurigai, ODP maupun positif terpapar Covid-19.

Buah dari pengabdian itu, juga harus dialami UJ paramedis yang merupakan tetangga almarhum H.U yang meninggal dunia akibat terjangkit virus Corona atau Covid-19 beberapa hari lalu, warga lingkungan Sambitangga Keluarahan Kandai Satu Kecamatan Dompu.

Setelah menjalani rapid tes oleh Puskesmas Kota, Kabupaten Dompu, Sabtu (18/4/2020) malam, sekira pukul 23.00 Wita dengan hasil reaktif, kini UJ harus melewati hari harinya degan seorang diri selama masa karantina di bekas rumah Dinas Sekda Kabupaten Dompu.

Pria 29 tahun ini adalah parawat suka rela yang bertugas di Puskesmas Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Kini, ia pun harus berjuang melawan virus Corona, walaupun hasil Swab belum keluar.

Peristiwa dialami UJ berawal dari dimintai bantu tetangganya yang merupakan anak dari almarhum H.U yang terjangkit Covid-19 untuk memasangkan infus, sebelumnya, ia belum tau bahwa almarhum telah terjangkit virus Corona atau Covid-19.

”Pada awalnya, saya tidak tau bahwa pasien ini merupakan pasien dari Jamaah Tabligh, saat dimintai bantuan untuk mengcek pasien (almahrum, red) oleh anaknya, akhirnya saya cek dan saat itu saya sempat sarankan untuk ke rumah sakit tapi pihak keluarga tidak mau, kemuadian saya memasangkan infusnya,” terang ujang saat dihubungi via telpon seluler, Senin (21/4/20) siang.
Rumah Dinas Sekda bekas tinggal Sekda Dompu dalam keadaan sepi. Foto Poris Berita11.com

Selama menjalankan karantina, perasaan sedih terus menyelimuti UJ, semua aktifitas terhalang semua hingga terkadang air matanya jatuh dengan sendirinya ketika sang malam tiba.

“Perasaan yang saya rasakan saat ini, semua ada, karena baru merasakan keadaan seperti ini, gelisah, cemas lebih-lebih sedih, yang membuat saya nggak tahan sampai jatuh air mata, karena dijauhkan dengan keluarga dan teman-teman, dan tidak bisa melihat kampung halaman,” kisah UJ dengan nada isap tangis.

Dengan seorang diri di dalam rumah yang tiada penghunnya, tentu tidak jauh dengan mahluk apapun, hal itu terus menggoda di kehidupan UJ selama menjalankan masa karantina, rasa takut itu dirasakan ketika tengah malam.

“Pas malam pertama saya masuk di sini, perasaan saya nggak enak, seperti ada yang sambut kedatangan saya, merinding semua bulu saya, saya sering diganggu oleh mereka (mahluk halus, red) semoga ini cepat berlalu,” tutur UJ dengan tangisan yang berusaha tegar menghadapi cobaan itu.

Dengan nasib yang dialami sang dewa penolong manusia ini, ia sangat berharap baik pimpinanan tempat ia bertugas lebih-lebih pemerintah Daerah Kabupaten Dompu untuk dapat diperhatikan, meskipun nyamwanya saat ini dalam keadaan terancam.

“Harapan saya terhadap pemerintah, sebagai tenaga medis, tolonglah diperhatikan dengan keadaan saya,” UJ penuh berharap.

Untuk diketahui, UJ direpidtes di Puskesmas Kota Dompu pada Sabtu (18/4) malam bersamaan dengan 14 orang keluarga almarhum H.U yang hasil repidtesnya dinyatakan bahwa ke 14 keluarga itu dinyatakan Non reaktif. Termasuk salah satu pegawai Bolly inisial DN yang saat ini dihebohkan bahwa yang bersangkutan dinyatakan Reaktif pada hal tidak.

Sementara, repid tes dilakukan terhadap 12 orang pada Minggu (19/4) pagi yang langsung diumumkan usai repid tes saat itu, dinyatakan dua orang reaktif, salah satunya cucu dari almarhum H.U inisial IN wanita (20) berdomisili di Kelurahan Dorotangga.

Sedangkan satu diantaranya yakni IR (46) istri dari AB yang juga merupakan jamaah tabligh warga lingkungan Sambitangga tetangga almarhum H.U yang saat ini sedang dikarantina di rumah sakit Pratama Kecamatan Manggelewa. [B-10]