Modus Penipuan Perluas Tanah Capai Rp20 Juta, Safrudin Diadukan ke Polisi -->

Iklan Semua Halaman

.

Modus Penipuan Perluas Tanah Capai Rp20 Juta, Safrudin Diadukan ke Polisi

Tuesday, April 28, 2020
Kwitansi bukti pembayaran. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Seorang pria Safrudin Abdulah alias punggawa warga Desa Dorebara diadukan ke polisi atas dugaan penipuan dengan modus memperluas tanah atau lahan pekarangan rumah hingga mencapai Rp20 Juta.

Pengaduan itu disampaikan seorang ibu rumah tangga, Eti Kusmiati (41) warga Dusun O,o Barat Desa O,o Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kota, Senin (27/4/2020) pagi.

Menurut Eti Kusmiati, terduga pelaku mendatangi rumahnya bertujuan untuk meminta uang dengan delik akan memperluas tanah sesuai perintah pemilik tanah yakni H. Safrin atau lebih dikenal Uma Rao.

Atas perjanjian itu dan terduga pelaku merupakan kaki tangan atau penjaga tanah milik Uma Rao, akhirnya Eti Kusmiati pun percaya tanpa pikir panjang lebar.

"Kami berani memberikan uang karena kami tahu punggawa adalah orang kepercayaan Uma Rao," kata Eti Kusmiati saat ditemui di rumahnya usai memberikan pengaduan.

Eti Kusmiati menjelaskan, permintaan perluasan tanah yang dimaksud dari tanah pertama yang dia bayar lunas seluas dua are dengan harga Rp50 juta.

Perluasan tanah tersebut, menurut terduga pelaku atas suruhan Uma Rao dengan cara membayar cicil, sehingga beberapa kwitansi berfariasi dengan total keseluruhan sebanyak Rp20 juta.

Namun ketika dikonfirmasi ke Uma Rao pemilik tanah, kata Eti Kusmiati, Uma Rao malah menjawab, pihaknya tidak mengetahui semua itu.

"Lahan pertama kami bayar Rp50 juta seluas dua are klir dan lahan kedua (perluasan) kami bayar dengan total Rp20 juta. Setelah uang ini diterima oleh punggawa, kami tanyakan ke Uma Rao, malah beliau (Uma Rao, red) tidak pernah menerima uang dari punggawa," ungkap Eti Kusmiati.

Dari beberapa kali pembayaran, Eti menambahkan, hingga mencapai Rp20 juta disaksikan oleh dua orang warga setempat.

"Semua bukti kwitansi ditanda tangani oleh dia sendiri (punggawa, red) dan disaksikan oleh Haris dan Farid juga saya sendiri," terangnya.

Terpisah, Kapolsek Dompu IPDA I Kadek Swadaya Atmaja, S.Sos membenarkan atas pengaduan tersebut dan pihaknya tentu akan mendalami atas pengaduan itu.

"Iya, memang tadi ada datang ke Polsek, tapi masih dalam bentuk pengaduan saja, kita masih lakukan penyelidikan dulu," jelas Kapolsek Senin (27/4) malam, sekira pukul 22.27 Wita. [B-10]