Oknum DPRD Dompu Tanggapi Dugaan Ingin Masuk Rumah dan Dihajar Warga -->

Iklan Semua Halaman

.

Oknum DPRD Dompu Tanggapi Dugaan Ingin Masuk Rumah dan Dihajar Warga

Thursday, April 16, 2020
Gambar Ilustrasi. Ist

Dompu, Berita11.com - Oknum anggota DPRD Kabupaten Dompu NTB inisial MS yang diduga ingin masuk rumah warga dan dihajar massa pada Rabu (15/4/2020) sekira pukul 03.00 Wita kini memberikan tanggapan.

Kejadian yang sempat viral dan menggegerkan publik itu berawal dari oknum MS memancing ikan Sidat di sungai Rabalaju, belakang rumah perempuan inisial AT alias R di lingkungan Rasa Bou (Parapimpi), Kelurahan Potu.

"Saya memancing di belakang rumah itu, karena keadaan gelap sehingga orang beranggapan saya orang maling, dan benar mereka teriaki saya maling," jelas MS pada Berita11.com, Kamis (16/4) siang.

Pria yang menduduki kursi dewan dua periode, sejak tahun 2014 hingga kini menjelaskan, adanya warga yang meneriaki maling, karena belum melihat dan belum mengenali oknum MS, karena saat itu dalam keadaan gelap.

"Antara saya dengan warga berjarak beberapa meter, makanya mereka menduga saya maling, Akhirnya saya dekati dan membuka topi, baru warga tahu saya," terangnya.

Baca juga: http://www.berita11.com/2020/04/diduga-ingin-masuk-ke-rumah.html

Disinggung soal perempuan pemilik rumah di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang diduga selingkuhannya, MS menegaskan, tidak ada hubungan yang lebih.

Dia juga membantah, dikatakan mengetuk pintu dan ingin masuk rumah warga.

"Tidak ada saya yang ketok pintu rumah warga apalagi mengancam, dan tidak ada hubungan apa-apa. Cuma kenal karena mereka pilih saya kemarin saat pemilihan (legislatif)," bebernya.

Sementara, pemilik rumah inisial HR alias R, kepada Berita11.com menjelaskan, peristiwa itu murni kesalahpahaman warga yang mengeroyok oknum MS karena terkejut mendengar teriakan maling.

"Di sini sering kejadian maling, kebetulan saat itu, kita reflek dengar bunyi jendela, entah dia jatuh atau apa, akhirnya kami pun terbangun dan kami pikir itu maling akhirnya spontan kita teriaki maling," terang HR.

Setelah warga berkumpul di bawah, lanjut HR, baru mereka turun bersama adiknya ke bawah (belakang rumah) dan memastikan oknum tersebut.

"Karena penasaran, saya bersama adik saya turun ke bawah, karena orang juga sudah ramai dan kita senter ternyata pak itu (MS, red)," ungkapnya.

Setelah mengetahui MS, berhubung pada saat pemilihan legislatif kemarin, dirinya sempat memberikan hak suaranya, akhirnya HR coba melerai dan menahan serta memberikan pencerahan terhadap warga.

"Saya langsung menahan warga yang sudah terlanjur marah dan panik supaya tidak main keroyokan," beber HR.

HR kembali menegaskan, dugaan hubungan terlarang sebagaimana informasi yang beredar itu tidak benar adanya. "Diantara kami tidak ada hubungan yang lebih," pungkas HR. [B-10]