Operasi Cipkon, Anggota Polsek Dompu Amankan 628 Biji Petasan -->

Iklan Semua Halaman

.

Operasi Cipkon, Anggota Polsek Dompu Amankan 628 Biji Petasan

Monday, April 27, 2020
Saat melakukan razia di salah satu pedagang petasan di pasar tradisional dompu. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Jajaran Polsek Kota Polres Dompu menggelar operasi cipta kondisi (Cipkon) dengan mengelilingi kompleks pasar tradisional Kabupaten Dompu, Sabtu (25/4/20) siang sekira pukul 13.00 Wita.

Giat Operasi Cipkon dipimpin Kapolsek IPDA I Kadek Swadaya Atmaja, S.Sos, dengan titik sasaran pertokoan yang jual Mercon dan Petasan. Pada kesempatan itu, Kapolsek beserta jajarannya berhasil mengamankan 628 petasan (mercon).

Kapolsek Dompu I Kadek kepada Berita11.com mengatakan, razia petasan atau mercon itu dilakukan dalam rangka menertibkan suasana Bulan Suci Ramadhan 1441 H/2020 M, meski di tengah-tengah pandemi Covid-19 agar warga dapat menjalankan ibadah puasa tanpa ada gangguan apapun.

"Sekarangkan memasuki Bulan Ramadhan, jadi pedagang petasan atau mercon musiman semakin ramai di toko - toko atau pedagang kecil-kecilan di pasar yang menyebabkan masyarakat dompu kurang khusuk melaksnakan ibadah puasanya," kata I Kadek.
Di tempat yang terpisah. 

Selain itu, Kaplsek Dompu menghimbau kepada pedagang agar tidak lagi menjual mercon atau petasan yang daya ledakannya tinggi khusus di Bulan Suci Ramadhan ini.

Hal itu dilakukan, kata Kapolsek, selain mengganggu kenyamanan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa, juga dapat mengganggu Kantibmas.

“Kami mengamankan beberapa barang bukti berupa petasan atau mercon sebanyak 628 biji dengan segala jenis yang diperjual belikan oleh pedagang di pasar tradisional dompu," jelas Kapolsek.

Kadek menegaskan, apabila para pedagang tidak mengindahkan atas himbauan itu, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penangkapan terhadap para penjual.
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan.

Hal itu juga telah diatur dalam undang-undang darurat pasal 1 ayat 1 nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

"Jika pedagang masih membandel, kami tidak segan segan untuk mengamankan pedagang yang masih melakukan penjualan petasan atau mercon," tegas Kapolsek. [B-10]