Operasi Pekat, Polres Dompu Ungkap 12 Kasus

Iklan Semua Halaman

.

Operasi Pekat, Polres Dompu Ungkap 12 Kasus

Rabu, 08 April 2020
Dari kanan Kasat Reskrim AKP Reza Fahmi, SH, S.IK, MH, tengah Kabag Ops Nusra Nugraha, SH, S.IK ujung kiri, Kasat Narkoba IPTU Tamrin, S.Sos. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Jajaran Kepolisian Resor Dompu berhasil mengungkap sedikitnya 12 kasus dalam operasi Penyakit Masyarakat (PEKAT) selama dua pekan dimulai tanggal 23 Maret hingga tanggal 5 April 2020.

Dari akumulasi 12 kasus tersebut lima diantaranya terdiri dari, kasus judi togel online, diungkap pada 23 Maret 2020, TKP di Pasar Bawah Dompu Lingkungan Mantro Kelurahan Bada, tersangka inisial JA, barang bukti uang tunai Rp 470 ribu.

Kedua, diungkap pada tanggal 2 April 2020 sekira pukul 16.30 Wita, yakni kasus yang sama TKP di Dusun Dermaga Desa Nowa Kecamatan Woja terduga pelaku inisial S.

Ketiga, pada tanggal 2 April 2020 kasus perjudian dadu dengan TKP di Lingkungan Dorongao Kelurahan Kandai Satu Kecamatan Dompu.

Keempat, pada tanggal 3 April menangkap dua orang pemain judi Domino (qiu-qiu) atas nama EP dan S. TKP di Kampo Samporo Lingkungan Bali Barat Kelurahan Bali Kecamatan Dompu. BB yang disita uang tunai sebesar Rp 410 ribu.

Kelima, pada tanggal 5 April yaitu permainan judi bola adil di Desa Sorinomo Kecamatan Pekat. Tersangka A, S, dan S. barang bukti uang tunai sebesar Rp. 239.000.

"Kelima kasus itu terdiri dari 4 kasus ditangani Polres Dompu dan 1 kasus ditangani Polsek Kota," ungkap Kasat Reskrim AKP Reza Fahmi, SH, S.IK saat menggelar siaran pers di Mapolres setempat, Rabu (8/4) siang.

Reza Fahmi menegaskan, kasus perjudian melanggar pasal 303 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Dikatannya, hal itu harus diketahui masyarakat, bukan dilihat dari besar atau kecilnya barang bukti (BB) yang berhasil diamankan atau besar kecilnya bukan dijadikan alasan pembenaran.
Sejumlah BB yang berhasil diamankan selama Ops PEKAT berlangsung. Foto Poris Berita11.com

"Meskipun taruhannya hanya seribu atau lima puluh ribu tetapi yang namanya judi tetap melanggar pasal 303," tandasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba IPTU Tamrin, S. Sos menyebutkan dalam Operasi Pekat Gatarin 2020 ini ada dua kasus yang menjadi Target Operasi (TO) dan lima kasus non TO yang berhasil diungkap, sehingga jumlah kasus yang ditangani sebanyak tujuh kasus.

"Dari tujuh kasus itu ada dua jenis BB minuman keras (Miras) yang diamankan yakni brem dan sofi, secara keseluruhan BB yang diamankan sebanyak 286 botol terdiri dari brem berjumlah 163 botol dan sofi sejumlah 123 botol," ungkap Kasat Narkoba.

Adapun dua kasus yang menjadi TO, lanjut Kasat Narkoba, atas nama DKA (42) warga Dusun Anamina Desa Banggo Kecamatan Manggelewa dan S warga Dusun Selaparang Desa Matua Kecamatan Woja.

"Yang menjadi TO sudah kita lakukan pemberkasan sudah siap untuk disidangkan namun terkendala karena kasus Covid -19 ini," jelas Kasat Narkoba.

Ia menerangkan, kasus perdagangan miras masuk dalam kategori Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan melanggar Perbup Dompu Nomor 3 tahun 2006 tentang larangan Memproduksi, Menjual dan Mengedarkan Miras beralkohol tanpa izin.

Pada kesempatan yang sama, Kabag Ops, AKP Nusra Nugrahan, SH, S.IK yang mewakili Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH,S.IK meminta kepada masyarakat untuk memberikan informasi bila menjumpai atau melihat adanya tindakan yang melanggar hukum, baik peredaran narkoba, Miras, perjudian, maupun tindak kejahatan lainnya.

"Informasi dari masyarakat sangat kami harapkan. Untuk itu, kami berharap agar masyarakat bisa bekerja sama dengan kami dalam hal memberikan informasi setiap ada kejadian apa saja yang muncul," pinta Kabag Ops Polres Dompu, AKP Nusra Nugrahan, SH, S.IK. [B-10]