PDP di Dompu yang Meninggal Kemarin Positif Covid-19 -->

Iklan Semua Halaman

.

PDP di Dompu yang Meninggal Kemarin Positif Covid-19

Saturday, April 18, 2020
Petugas Medis RSUD Dompu Membawa PDP asal Kelurahan Kandai Satu yang Meninggal Dunia, Kamis (16/4/2020). Capture Video Siaran Langsung Berita11.com.

Mataram, Berita11.com— Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat merilis perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Bumi Gora. Salah satunya, pasien nomor 61, an. Tn. UI, laki-laki, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu yang meninggal pada Kamis, 16 April 2020 lalu, dipastikan positif Covid-19 sesuai pemeriksaan swab.

Sebagaimana penjelasan Gugus Tugas Provinsi NTB, Tn UI pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar 14 hari sebelum sakit dan tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Warga tersebut meninggal dunia di RSUD Dompu pada 16 April 2020 lalu.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, H Lalu Gita Aryadi menyebut, pada Sabtu, 18 April 2020 di Provinsi NTB telah terkonfirmasi enam kasus baru positif Covid-19. Termasuk di antaranya Tn. UI warga Kabupaten Dompu.

Adapun sejumlah pasien yang terkonfirmasi positif yaitu pasien nomor 56, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sigerongan,Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju Gerung dan dalam kondisi baik;

Kemudian, pasien nomor 57, an. Ny. DH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan
perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat
dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi
RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;

Selain itu, pasien nomor 58, an. Tn. MA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik. Pasien nomor 59, an. Ny. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;

Pasien nomor 60, an. Tn. IH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Korleko, Kecamatan
Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa
Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak
pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi
baik;


“Dengan adanya tambahan enam kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada sembuh baru, dan satu kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 61 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, tiga meninggal dunia, serta 47 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ujar Sekda NTB ini.

Dikatakannya, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.


Dijelaskannya juga, 387 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 8 orang (2,1%) reaktif, 815 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 52 orang (6,4%) reaktif, dan 1.078 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 273 orang (25,3%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 7 orang dengan hasil 2 orang (28,6%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.

“Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 249 orang dengan perincian 149 orang (60%) PDP masih dalam pengawasan, 100 orang (40%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 14 orang PDP meninggal,” katanya.

Adapun Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.336 orang, terdiri dari 969 orang (22%) masih dalam pemantauan dan 3.367 orang (78%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.159 orang, terdiri dari 813 orang (70%) masih dalam pemantauan dan 346 orang (30%) selesai pemantauan, sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid- 19 sebanyak 40.523 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 14.824 orang (37%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 25.699 orang (63%).

Pemrov menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat NTB yang telah membantu upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” kata Sekda. [B-11]