Pemda Bima Imbau OKP agar Hindari Aksi Unjuk Rasa Selama Pandemi Corona

Iklan Semua Halaman

.

Pemda Bima Imbau OKP agar Hindari Aksi Unjuk Rasa Selama Pandemi Corona

Selasa, 21 April 2020
Kabid Pengembangan Politik Bakesbangpol Kabupaten Bima, Zainuddin S.S. Foto Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Badan Kesatuan Politik (Bakesbangpol) mengimbau OKP agar menghindari kegiatan yang melibatkan massa maupun aksi unjuk rasa selama pandemi Corona (Covid-19), termasuk berkaitan hari buruh maupun tentang masalah RUU Omnibus Law.

Kepala Bidang Pengembangan Politik Bakesbangpol Kabupaten Bima, Zainuddin S.S mengatakan, semua pihak harus mengikuti imbauan maupun edaran dari pemerintah. Apalagi hal itu juga diperkuat oleh imbauan Majelis Ulama Indonesia dan Maklumat Kapolri dengan dasar hukum yang jelas. Oleh karenanya, pihaknya mengajak semua pihak untuk menciptakan suasana kondusif dan mencegah kerumuman melalui penerapan social distancing dan phyisal distancing.



“Kami selaku bagian dari pemerintah daerah mengajak dan mengimbau untuk menghindarkan pengumpulan orang banyak atau massa. Kita ikuti arahan dan edaran dari pemerintah untuk mencegah pengumpulan massa, sehingga menurut kami, unjuk rasa terkait apapun untuk sementara dihindari dulu,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/4/2020).

Imbauan tersebut juga berkaitan rencana menyikapi RUU Omnibus Law dan hari buruh. Menurutnya, untuk menyampaikan aspirasi ada banyak kanal atau proses yang bisa dilakukan, tidak hanya melalui aksi unjuk rasa, tetapi bisa dilakukan melalui upaya dialogis maupun dengan mengujinya di Mahkamah Konstitusi.

“Tidak harus dilakukan dengan unjuk rasa. Kalau misalnya dirasa ada hal yang tidak tepat, bisa dilakukan melalui kanal resmi, melalui MK misalnya,” ujar anggota Korps Alumni HMI yang juga mantan Kasubbag Informasi dan Pemberitaan ini.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemuda atau OKP untuk bersatu padu berupaya membantu pemerintah, khususnya Gugus Tugas Covid-19 dalam mencegah penyebaran virus Corona, dengan mengedukasi masyarakat pentingnya menerapkan social distancing dan physical distancing. Apalagi status Kabupaten Bima telah berubah dari siaga menjadi darurat Covid-19. [B-11]