Pulang dari Jakarta dan tanpa Proses Karantina, 11 CPMI Kabupaten Bima langsung Berbaur dengan Keluarga -->

Iklan Semua Halaman

.

Pulang dari Jakarta dan tanpa Proses Karantina, 11 CPMI Kabupaten Bima langsung Berbaur dengan Keluarga

Wednesday, April 22, 2020
Belasan CPMI yang Pulang dari Jakarta saat Turun di Persimpangan Desa Talabi, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Selasa (21/4/2020) Malam. Foto B-118/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Sorotan Ketua PD Pemuda Muhammadiyah yang juga akademisi STIH Muhammadiyah Bima berkaitan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Bima bukan tidak berlasan. Hal itu melihat tidak adanya pemusatan karantina di wilayah Kabupaten Bima. Kondisi itu bahkan sudah diakui pihak Disnakertrans Kabupaten Bima yang menginginkan adanya rapid test dan proses karatina terhadap eks PMI maupun CPMI.

Karena tidak adanya proses karatina terpusat, rombongan 11 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Bima yang dipulangkan dari Jakarta atau transmisi lokal, juga tidak melalui proses pemeriksaan dan karantina terpusat, namun langsung berbaur dengan warga lokal dan sejumlah kerabatnya. Rombongan 11 CPMI dari penyalur PT Korwat Jakarta tiba di persimpangan Desa Talabiu Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, sekira pukul 22.55 Wita, Selasa (21/4/2020). Mereka pulang menggunakan minibus pariwisata DR7361 AB setelah melalui jalur Lombok.

Adapun 11 CPMI yang tiba di Kabupaten Bima yaitu berinisial RH asal Desa Sie Kecamatan Monta, RM (20 tahun) asal Desa Pasir Putih Kecamatan Sape, FK asal Desa Nisa Kecamatan Woha, SH asal Desa Tangga Kecamatan Monta, NF asal Desa Simpasai Kecamatan Monta, FR asal desa Waro Kecamatan Monta, KL asal Desa Samili Kecamatan Woha FT asal Desa Teke Kecamatan Palibelo, ML asal Desa Pai Kecamatan Wera, STN dan AJ asal Desa Wilamaci Kecamatan Monta.

Pantauan langsung Berita11.com, sebelum tiba di persimpangan Desa Talabiu, 11 CPMI asal Kabupaten Bima menjalani pemeriksaan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bima di perbatasan kabupaten di Desa Madawau Kecamatan Madapanga, sekira pukul 22.30 Wita. Puluhan menit kemudian atau sekira pukul 22.55 Wita, mereka dijemput PJTKI di Bima tanpa pengawalan dan pemeriksaan Tim Covid di Kecamatan Woha. 


Pengarahan oleh Pihak PJTKI kepada 11 CPMI yang Dipulangkan saat di Persimpangan Desa Talabiu. Foto B-18/ Berita11.com.

Pantauan langsung, karena para CPMI tersebut tiba malam hari, Tim Disnakertrans Kabupaten Bima tidak memberikan arahan. Para CPMI kemudian dijemput keluarga masing-masing menggunakan sepeda motor tanpa APD sekira pukul 23.10 Wita.

Sebelumnya para aktivis sosial dan sejumlah warga menyorot penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Bima, seperti aktivis media sosial asal Kabupaten Bima yang bermukim di luar negeri, Safitri Idil.

Dirinya menyayangkan belum adanya lokasi karantina di wilayah Kabupaten Bima, sehingga Covid-19 cenderung dianggap sepele. Ia juga mensarankan pemerintah mestinya dari dulu menerapkan penutupan akses masuk atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Hal yang sama juga disuarakan oleh sejumlah warga Kabupaten Bima dan pejabat lembaga nonkementerian di Kabupaten Bima. “Kalau seandainya dari awal ada penutupan akses, maka jumlah kasusnya tidak seperti sekarang ini,” kata salah satu pejabat yang sengaja tidak ditulis namanya. [B-19/B-18]