Tokoh Masyarakat dan Pemuda KSB Tegaskan, jangan Sampai Ada Unjuk Rasa selama Wabah Covid-19! -->

Iklan Semua Halaman

.

Tokoh Masyarakat dan Pemuda KSB Tegaskan, jangan Sampai Ada Unjuk Rasa selama Wabah Covid-19!

Monday, April 13, 2020
Tokoh Masyarakat Sekaligus Tokoh Pemuda KSB,  Syaifullah Agam. 

Taliwang, Berita11.com— Tokoh masyarakat dan pemuda di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta pihak kepolisian dan aparat keamanan lainnya agar bersikap tegas menolak segala bentuk aksi unjuk rasa di depan umum selama wabah Covid-19, walaupun berkaitan masalah undang-undang Omnibus Law.

Tokoh pemuda sekaligus tokoh masyarakat KSB, Syaifullah Agam mengatakan, penanganan wabah Covid-19 jauh lebih penting dari pada soal menyuarakan aspirasi dengan mengumpulkan massa. Apalagi harus menggelar unjuk rasa. Karena penanganan wabah Covid-19 berkaitan dengan orang banyak. Apalagi sudah jelas dan tegas berkaitan surat edaran maupun imbauan pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun dari ulama serta Maklumat Kapolri yang meminta agar meniadakan segala aktivitas yang mengumpulkan banyak orang.

“Kami minta tidak usah ada demo dulu lah. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan aksi, apalagi berkumpul dengan massa yang banyak. Aksi kemanusiaan yang jauh lebih penting. Kita mengajak untuk menerapkan social distancing, physical distancing, tidak keluar rumah kalau ada yang sangat urgen,” tegasnya di KSB, Senin (13/4/2020).

Ia mengaku, jika kelompok tertentu tetap memaksa menggelar unjuk rasa di tengah kepanikan masyarakat menghadapi pandemi Corona (Covid-19), bisa jadi akan menghadapi resistensi dari kelompok masyarakat yang tidak menginginkan hal-hal seperti itu. Untuk itu, seluruh pihak diharapkan tak perlu melakukan unjuk rasa. Namun mengikuti dan mentaati seluruh arahan dan edaran dari pemerintah.


“Garda terdepan bukan tenaga kesehatan maupun aparat. Tapi dari masing-masing setiap individu dengan menahan diri keluar, terutama untuk aktivitas yang tidak penting. Apa kita mau semakin banyak tenaga medis dan para medis yang meninggal sia-sia karena keegoisan kita? Kita harus jadi garda terdepan,” katanya.

Syaifullah Agam juga menolak segala bentuk aksi berkaitan Omnibus Law maupun bberkaitan isu-isu lain. Karena bukanlah waktu yang tepat. “Maka dari itu, kami mengimbau bagi siapapun agar selalu menahan diri. Mari kita bangkitkan rasa kemanusiaan kita dengan mentaati ketentuan dan edaran pemerintah,” imbaunya. [B-19]