Wali Kota Bima Perketat Pengawasan Akses Masuk, "Jalur Tikus" Oimbo Mulai Ditutup -->

Iklan Semua Halaman

.

Wali Kota Bima Perketat Pengawasan Akses Masuk, "Jalur Tikus" Oimbo Mulai Ditutup

Wednesday, April 22, 2020
Kadishub Kota Bima, Ir H Zulkifli M.Ap Mengawasi Langsung Penutupan Ruas Jalan Tikus Jalur Oimbo Kota Bima Menuju Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Rabu (22/4/2020) Malam. Foto B-12/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE memperketat pengawsan seluruh jalur masuk ke Kota Bima, termasuk jalur tikus melalui jalan di Oimbo Kecamatan Rasanae Timur yang sering digunakan warga Kabupaten Bima melalui jalur Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo. Untuk memastikan penutupan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima, Ir H Zulkifli M.Ap mengawasi langsung kegiatan penutupan, Rabu (22/4/2020) malam.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima Ir H Zulkifli M.Ap menjelaskan, pengawasan ketat jalur tikus seperti Kelurahan Oimbo untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dikatakan mantan Kepala Dinas Kehutanan Kota Bima ini, selain di jalan tersebut, penutupan ruas jalan akan diberlakukan di Kelurahan Rontu dan di batas Kota Bima.

“Di jalan tersebut akan diperketat pengawasan terhadap penguna jalan yang masuk ke Kota Bima. Penutupan tersebut efektif mulai besok dan akan ditempatkan anggota TNI-Polri Satpol PP, Dishub dan Tim Kesehatan,” ujarnya di Oimbo, Rabu (22/4/2020) malam.

Saat melaksanakan pemantauan, Kadishub Kota Bima didampingi Babinsa Oimbo Sertu Mujajidin dan Babinkamtibmas Bripka Faturahman. 

Kadishub Kota Bima, H Zulkifli Berbicang dengan Warga Usai Memantau Penutupan Ruas "Jalur Tikus" di Oimbo. Foto B-12/ Berita11.com.

Salah satu warga Oimbo, Firdaus menyampaikan apresiasi terhadap Wali Kota Bima yang mengambil langkah cepat dengan menutup jalan di masuk dan menuju ke Kabupaten Bima.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Bima, khususnya kepada Wali Kota Bima. Memang ini sangat diperlukan adanya penutupan jalan di Oimbo agar tidak ada warga yang masuk dari arah luar. Jalur tersebut sangat dikhawatirkan adanya penyebaran virus Covid dari warga yang masuk dari luar daerah melalaui jalan tersebut,” katanya. [B-12]