Zulharman: Upaya Merawat Bumi tak Maksimal, Program Pemda belum Masif -->

Iklan Semua Halaman

.

Zulharman: Upaya Merawat Bumi tak Maksimal, Program Pemda belum Masif

Wednesday, April 22, 2020
Peneliti Lingkungan, Zulharman M.Ling. Foto B-11/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Perubahan iklim banyak berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Maka tak heran dalam the Real Threats to Our World, Beyond Terror: Chris Abbott, Paul Rogers dan John Sloboda, mengelompokan kejahatan lingkungan sama berbahayanya dengan terorisme.

Terbaru pada lingkup global, berbagai isu strategis tentang lingkungan dibahas pada COP25 United Nations Framework Climate Change Confrence di Madrid. Indonesia sendiri mengirim sinyal perlunya penguatan aspek religius, terkait pemahaman agama dalam meminimalisasi perusakan lingkungan. Lalu sudah kah berbagai aspek itu menjadi atensi hingga tingkat daerah?

Akademisi STKIP Taman Siswa Bima yang juga peneliti lingkungan, Zulharman M.Ling menilai gerakan merawat bumi pada tingkat daerah di Bima belum maksimal, sehingga masih banyak pekerjaan rumah berkaitan kelestarian bumi.

Ia mencontohkan kegiatan pembalakan hutan masih terjadi, walaupun akhir-akhir ini aparat gencar menerapkan penindakan terhadap pelaku kejahatan tersebut. Problem lain, masih ada beberapa kegiatan tambang Galian C yang belum mematuhi peraturan. Oleh karenanya, pemerintah juga harus selektif dalam menerbitkan izin.

“Pada momentum Hari Bumi 22 April ini ada banyak sekali pekerjaan rumah terkait dengan kelestarian Bumi khususnya di Bima,” kata mantan akademisi Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Menurutnya, permasalahan sampah juga belum ditangani secara baik, perlu konsep terintegrasi dan empowering dalam mengatasi masalah itu.Misalnya melalui implementasi program Bank Sampah yang dimulai dari tingkat desa atau kelurahan.

“Selain itu, juga perlu gerakan penyadaran atau pendidikan lingkungan secara dini di sekolah-sekolah sehingga terbentuk sikap dan perilaku merawat bumi (lingkungan) sedari dini,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Zulharman menilai, Pemda belum memiiki konsep dan upaya penanganan lingkungan yang tepat dan masif. Beberapa kegiatan yang dilakukan hanya aspek kecil melalui program desa hijau atau kampung iklim. “Belum menyentuh secara masif masyarakat,” katanya. [B-11]