Dua Warga Lotim Mundur dari PKH di Tengah Pandemi Corona, ini Alasannya -->

Iklan Semua Halaman

.

Dua Warga Lotim Mundur dari PKH di Tengah Pandemi Corona, ini Alasannya

Thursday, May 28, 2020
Keluarga Penerima Manfaat PKH di Kabupaten Lombok Timur yang Mengundurkan Diri karena Merasa Mampu.

Selong, Berita11.com— Dua warga Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur menyatakan pamit (mundur) sebagai penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Meskipun saat ini kondisi daerah dilanda pandemi virus Corona (COVID-19), mereka merasa mampu dan tidak ingin hidup dalam ketergantungan dengan bantuan sosial (Bansos).

Dua warga yang mundur, merasakan hasil usaha penjualan beras mencukupi kebutuhan keluarganya masing-masing.

“Dua keluarga penerima manfaat (KPM) ini mundur merasa mampu dan banyak warga lain yang membutuhkan bantuan sosial. Ini periode Mei 2020,” ujar Koodinator Kecamatan PKH Sukamulia Kabupaten Lombok Timur, Agus indra jaya, SPd saat dimintai konfirmasi , Kamis (28/5/2020).
Agus mengatakan, dua KPM yang mundur ini secara ekonomi dinyatakan mampu. Kedua warga tersebut yakni, Haeriah warga RT 003 Dusun Tojang Bedeng Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Lotim, yang menjadi peserta PKH sejak tahun 2017. Haeriah memiliki dua orang anak.

Ia mengundurkan diri dengan kondisi ekonomi keluarga tercukupi. Alasan mengundurkan diri karena saat ini ekonomi keluarganya ditopang usaha penjualan beras.

Adapun KPM lainnya yang mengundurkan diri, Handayani warga RT 002 Dusun Tojang Bedeng Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia, yang menjadi PKH mulai tahun 2017. Handayani memiliki empat anak.

Ia mengundurkan diri karena kondisi ekonomi keluarga yang mencukupi. Alasan mengundurkan diri, karena saat ini ekonomi keluarga ditopang usaha penjualan beras.

“Meskipun ditengah pandemi virus corona, dua warga ini berani mengundurkan diri dengan alasan sudah merasa mampu secara ekonomi,” ungkap Agus.

Agus menceritakan, karena sudah menyatakan mengundurkan diri, nama keduanya selanjutnya akan dikeluarkan dari kepesertaann PKH. Pengundurkan diri tersebut akan disampaikan kepada aparatur desa setempat, untuk dimasukan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial –Next Generation (SIKS-NG) yang berada di kantor desa, sehingga kedua warga tersebut terdata sebagai warga yang sudah mampu secara ekonomi. [B-19]