Kasus Dugaan Penganiayaan Dialami Evi Susanti, Kasat Reskrim: Sedang Diproses -->

Iklan Semua Halaman

.

Kasus Dugaan Penganiayaan Dialami Evi Susanti, Kasat Reskrim: Sedang Diproses

Friday, May 29, 2020
Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel, S.TK. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K menyebutkan, dugaan kasus penganiayaan dialami Evi Susanti wanita 30 tahun warga Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu hingga mengalami patah tulang hidungnya saat ini sedang diproses.

"Kasusnya, saat ini sedang dalam tahapan proses penyelidikan, untuk saksi-saksi korban sudah diperiksa, kemarin juga PH (penasehat hukum) dari korban juga sudah datang," ungkap Ivan saat ditemui Berita11.com di ruang kerjanya, Jumat (29/5/2020) siang.

Sementara, terduga pelaku mantan suaminya yang merupakan seorang guru PNS di salah satu SMKN di Kecamatan Dompu bakal dilakukan pemanggilan setelah dipastikan proses penyelidikan korban dianggap kelar dan memenuhi unsur pidana.

"Kami optimalkan dulu proses penyelidikan pihak korban, kita cek dulu, jika sudah cukup alat bukti dan memenuhi unsur, baru kita naikan ke proses penyelidikan terhadap terduga pelaku," bebernya.

Untuk pemanggilan atau proses penyelidikan terduga pelaku seorang guru PNS itu, Ivan belum bisa memastikan kapan waktunya, karena saat ini sedang dalam kondisi wabah Covid-19.

"Saya belum bisa perkirakan waktunya, karena kondisi Corona virus ini, yang saya pertimbangkan keselamatan orang, apalagi para saksi yang dipanggil, yang pasti kasusnya tetap berjalan," pungkas Kasat Reskrim.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis DP3A) Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, sebagaimana yang dilansir Koran Lensa Post NTB menyatakan dengan tegas, akan mendampingi dan mengawal kasus dialami ibu dari seorang putri yang baru berusia 2 tahun ini.

"Kami akan mengawal dan mendampinginya sampai pada proses hukum agar memberikan efek jera terhadap pelaku," tegas Kadis DP3A. [B-10]