Ini Kronologi yang Dihimpun Unit PPA Polres Bima Terkait Aksi Bunuh Diri Bocah -->

Iklan Semua Halaman

.

Ini Kronologi yang Dihimpun Unit PPA Polres Bima Terkait Aksi Bunuh Diri Bocah

Thursday, May 14, 2020
Jenazah Korban saat di Ruangan RSUD Bima untuk Divisum, Kamis (14/05/2020) Sore. 

Kota Bima, Berita11.com— Piket Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan bocah 10 tahun, Katerina Slina alias Putri di kos-kosan milik Jumadi di Jl Poros RT 13/02 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Kamis (14/5/2020).

Dari hasil olah TKP, polisi mendapatkan keterangan saksi yang dihimpun dalam kronologi kasus dugaan bunuh diri siswa kelas 3 SDN 55 Kota Bima, putri pasangan Martinus alias Inje (30 tahun), buruh pasar, asal Manggarai NTT dan pasangannya Imelda Suryati (27 tahun).

Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono S.I.K SH melalui Kasubbag Humas Polres Bima, AKP Hasnun menjelaskan, pada Kamis,4 Mei 2020 sekira pukul 12.00 Wita, saksi atas nama Nini suryani sedang tidur di dalam kamar kosnya. Saksi kemudian mendengar banyak suara anak dan keluar dari kamarnya. Setelah itu, dia memarahi anak yang sedang bermain dan menanyakan apa yang terjadi.

Dijelaskan Hasnun, sesuai keterangan saksi, ketika itu sejumlah anak menjelaskan kepada saksi bahwa ada yang gantung diri. “Kemudian saksi menuju kamar korban dan melihat korban telah tergantung di depan kamar kosnya. Kemudian saksi menggedor kamar Sdra. Pidilius Asman untuk memberitahu kejadian tersebut, namun Sdra. Pidilius Asman tidak keluar dari kamar hingga polisi mendatangi TKP” ujar AKP Hasnun.


Aparat Kepolisian Resor Bima Kota saat Melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara, Kamis (14/05/2020) Siang.


Sesuai keterangan saksi lain, Pidilius Asman, bahwa sekira jam 12.00 Wita, dirinya pulang ke kos-kosan untuk makan. Ketika itu saksi masih melihat kedua orang tua korban berada di kos-kosn dan saat itu hendak keluar. Setelah itu, saksi kemudian masuk ke dalam kamar kosnya.

Saat saksi berada di dalam kamar mandi, mendengar ada yang menggedor pintu kamarnya, namun saksi masih berada di dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian saksi kemudian keluar dari kamar kos dengan masih menggunakan handuk dan melihat sudah ada polisi dan banyak warga.

Ketika itu, saksi mengaku diberitahu oleh polisi bahwa ada yang bunuh diri di kamar ujung. Setelah itu, saksi kemudian langsung mencari bapak korban yang bekerja di Toko Anugrah Kota Bima. Namun pemilik toko mengatakan bahwa bapak korban tidak bekerja karena sakit.

Saksi kemudian meminta pemilik toko untuk menelpon bapak korban dan dijawab oleh bapak korban bahwa dirinya sedang di rumah. “Lalu Sdr Pidilius meminta kepada pemilik toko mengatakan bahwa anaknya telah bunuh diri di kos. Lalu bapak korban kaget, setelah itu sdri Pidilius kembali ke kos dan melihat banyak warga yang mendatangi kos tersebut,” ungkap AKP Hasnun.

Berkaitan motif kasus dugaan bunuh diri ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk berkaitan kemungkinan lain. Aparat kepolisian telah mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP serta visum terhadap korban. [B-12]