Juraidin Pertanyakan Dugaan Kasus Human Trafficking Ilegal Dialami Istrinya -->

Iklan Semua Halaman

.

Juraidin Pertanyakan Dugaan Kasus Human Trafficking Ilegal Dialami Istrinya

Friday, May 29, 2020
Juraidin korban penipuan mafia perdagangan orang. Foto Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Juraidin pria 36 tahun, warga Dusun Jati Mengi Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa akhirnya mempertanyakan kasus dugaan human trafficking atau perdagangan orang secara illegal yang dialami istrinya Fitri Yati 32 tahun.

Kasus ini, Juraidin melaporkan di Polres Dompu, sehingga dibuatkan surat perjanjian dengan terduga pelaku kedua, inisial IB pada Rabu (29/4) lalu, dan Juraidin dimintai uang Rp10 juta agar istrinya bisa dipulangkan. Namun, tiba waktu yang dijanjikan yakni Jumat (29/5) ini, istrinya belum juga pulang.

"Di Polres Dompu, sudah kita buatkan surat perjanjian dengan terduga pelaku inisial IB, surat perjanjian itu, berjanji akan dipulangkan istri saya dengan jaminan, saya harus tebus uang Rp10 juta, namun tidak ada penyelesaian," ungkap Juraidin, Jumat (29/5/20) pagi.

Juraidin berpendapat, surat perjanjian yang dibuat pada Rabu (29/4) lalu, seolah tidak ada arti sama sekali, menurut dia, pihak kepolisian memang disuruh datang untuk melaporkan jika ada terjadi masalah dikemudian hari, namun pihak kepolisian tidak mau merespon atas keluhannya.

"Kenapa nggak dijalankan surat pernyataan itu, sementara pernyataan pihak kepolisian setelah ada masalah dari pihak pelaku (human trafficking, red) langsung kembali ke polres, nyatanya, saya mendatangi polres untuk mempertanyakan hal itu, seolah tidak dihiraukan," terangnya.

Sebelumnya, Juraidin bersama istrinya diduga kuat ditipu oleh agen mafia perdagangan orang inisial Hj. Y selaku terduga pelaku pertama dan IB terduga pelaku kedua. Istrinya dijanjikan upah Rp4 Juta 300 ribu rupiah dengan legalitas yang jelas.

Namun saat keberangkatan istrinya, Juraidi mulai curiga bahwa istrinya tiba-tiba sudah ada di Malaysia tanpa melalui jalur pembinaan sebagaiman yang dilakukan imigran lainnya yang memiliki legalitas yang jelas.

"Saya mulai curiga, dari berangkat dari bandara Sultan Salahuddin Bima langsung ditempatkan di Malaysia, akhirnya tanda tanya, dan selama dua bulan, nomor istri saya tidak dapat dihubungi," akuinya.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K melalui Kanit II Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Dompu IPDA M. Norkurniawan. Berhubung Kanit tidak ada di tempat, salah satu penyidik Tipiter mengatakan, bahwa hari ini juga akan bersurat kepada ketiga terduga pelaku diantaranya, Hj. Y, IB dan istrinya, untuk hadir pada Senin (1/6) pekan depan.

"Hari ini juga, kami buatkan surat panggilan terhadap tiga orang terduga pelaku untuk dihadirkan hari Senin pekan depan," ungkap salah satu penyidik Tipiter Polres Dompu.

Untuk diketahui, Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 4 dan 10 mengatur tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang atau Human Trafficking illegal, yang dimana terduga pelaku akan dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, denda Rp120 juta sampai Rp600 juta. [B-10]