Kasus Pemukulan Arifudin Berawal dari Pesta Miras, ini Klarifikasi Oknum Lapas Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Kasus Pemukulan Arifudin Berawal dari Pesta Miras, ini Klarifikasi Oknum Lapas Dompu

Sunday, May 10, 2020
Gambar ilustrasi

Dompu, Berita11.com - Soal kasus dugaan pemukulan yang dialami Arifudin 31 tahun yang berprofesi sebagai wartawan di media online Lensa Bima akhirnya diklarifikasi terduga pelaku inisial P alias D salah satu oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Dompu.

Kasus yang sempat viral diberitakan sejumlah media online baik di Dompu maupun di Bima telah ditangani pihak Kepolisian, kedua bersangkutan saling melapor, menurut P alias D, pemberitaan yang tersebar sumbernya hanya dari satu sisi dan lebih banyak mengedepankan asumsi.

D alias P kepada Berita11.com menceritakan, saat mereka pesta miras yang sudah berjalan lebih kurang 30 menit di salah satu kandang sapi, bersama tiga orang temannya, tiba-tiba datang Arifudin dalam keadaan mabuk dan ingin membanting speaker milik P alias D dengan menggunakan nada kasar.

“Kita sedang minum bersama adik-adik di tempat yang sepi, karena adik-adik ini punya rezeki masing-masing Rp300 ribu hasil untung dagang sapi, akhirnya patungan, masing-masing Rp100 ribu, saat kita minum, Fen (Arifudin) datang dalam keadaan mabuk, saya nggak tau dia minum di mana, dan ingin membanting speaker (salon) saya,” ungkap D alias P, Minggu (10/5/2020) pagi.

Kalimat banting itu disanggah oleh D alias P, sehingga Arifudin meminta maaf, akhirnya Arifudin bergabung dan ikut minum dengan mereka, namun sekitar 20 menit berjalan, Arifudin muntah-muntah dan merasakan teler.

Melihat Arifudin sudah keadaan seperti itu, D alias P meminta ke temannya yang bandar untuk dikurangi takaran porsi jatahnya, saat itu juga muncul kalimat yang dilontarkan Arifudin terhadap D alias P membuat dirinya sangat tersinggung dan sakit hati.

“Dia (Arifudin, red) membentak dengan nada yang tinggi “Midi ja pu nggomi re ni, wati si wara piti re, midi pu” artinya, (diam kamu tuh, kalau tidak punya uang diam) kurang lebih seperti itu, kalimat itu yang membuat saya tidak nyaman dan tersinggung, begitu juga teman-teman lain ikut tersinggung,” beber D alias P.

Akibat tersinggung dengan ujaran itu, D alias P memanggil dan mengajak keluar si Arifudin dengan nada yang halus, setelah berada di luar, D alias P langsung ludahi mukanya Arifudin, sambil berkata Monyet, karena sudah bikin dia malu, saat itu juga Arifudin meminta maaf, pesta miras pun kembali dilanjutkan.

“Karena sudah minta maaf dan saya pun menganggap dia khilaf, akhirnya kami lanjutkan minum, hingga kita putuskan untuk pulang, saat pulang, dia mampir dan duduk di sebuah Serambi di situ ada dua orang namnya Dedi dan Arman,”terang D alias P.

“Saat itu juga dia memukul saya, mana di depan orang banyak lagi, bukan saya yang memukul dia, saat itu, saya hanya mencekik lehernya, akhirnya dilerai dan ditarik sama orang-orang di situ sehingga tersobek bajunya, saat itu saya tidak pernah melakukan kekerasan, jika memang ada saat itu berarti pemukulan dari warga yang ada saat itu,” lanjut D alias P.

Usai dilerai dan disuruh pulang, Arifudin masih sempat melakukan pemukulan terhadap D alias P, namun saat itu, D alias P sudah tak tahan menerima perlakuan Arifudin, akhirnya, pukulan yang dilayangkan Arifudin, dibalas juga oleh D alias P dengan berat pukulan di atas pukulan Arifudin.

Kejadian tak cukup sampai di situ, setelah diantar pulang oleh Dedi dan Arman, ternyata Arifudin belum merasa puas, sehingga memutuskan untuk mencari D alias P dengan mendatangi rumahnya, beruntung P alias D belum masuk rumah dan sedang berbaring di sebuah serambi akhirnya Arifudin mendatangi tempatnya dengan pura-pura meminta maaf.

“Saya belum sempat masuk rumah, baring-baring dulu di sarambi sambil menunggu normal, tiba-tiba dia mendatangi saya dan minta maaf sambil peluk-peluk saya, ternyata itu hanya pura-pura, saya dipukul dengan keras di bagian telinga saya, dan saya mencikik lehernya, dan kroyok sama orang banyak, dibanting dan ditarik oleh orang di situ hingga dia terjatuh, jika saya juga ikut memukul dia saat itu, mungkin mati anak itu,” terang D alias P.

Atas kejadian ini, D alias P juga telah melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Sektor Woja Polres Dompu pada Sabtu (9/5) malam dan disertai hasil visum er repertum dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Dompu. [B-10]