Kena Batunya, Empat Pria di Dompu Ditangkap karena Blokade Jalan, ini Pasal yang Menjerat Mereka -->

Iklan Semua Halaman

.

Kena Batunya, Empat Pria di Dompu Ditangkap karena Blokade Jalan, ini Pasal yang Menjerat Mereka

Thursday, May 14, 2020
Empat Pria di Dompu yang Ditangkap dan Dibawa ke Polda NTB dengan Status Tersangka karena Tindak Pidana Menutup Ruas Jalan Umum.

Dompu, Berita11.com— Gabungan anggota Resmob Polres Dompu, Sat Intel Polres Dompu dan Intel Brimob Kompi C Dompu yang dipimpin Kanit Resmob Polres Dompu, Bripka Zainul Subhan menangpkap empat pria berkaitan aksi unjuk rasa disertai blokade jalan negara di Dompu pada Maret 2020 lalu. Keempatnya ditangkap di Gudang Jagung CV Sumber Mega Perkas, Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Selasa (12/5/2020) lalu. 

Kapolres Dompu melalui PS Paur Subbag Humas Polres Dompu, AIPTU Hujaifah menjelaskan, penangkapan terhadap empat pemuda tersebut karena melakukan tindak pidana memblokade jalan umum sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 274 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan atau Pasal 192 Ayat (1) KUH-Pidana.

Dijelaskannya, penangkapan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/ 130 / III / NTB/ 2020/ Res. Dompu, tanggal 16 Maret 2020 dan Surat perintah penyidikan Nomor: Sp. Dik /78 /III/ 2020 / Sat. Reskrim, tanggal 26 Maret 2020.

Disebutkannya, empat tersangka yang ditangkap yaitu masing-masing berinsial FF, laki-laki, umur sekitar 27 tahun, pekerjaan petani, alamat Dusun Jati mengi, Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, PA, laki-laki, umur sekitar 27 tahun, pekerjaan petani, alamat tinggal Dusun Mbawi, Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Selain itu, SR alias Sari, laki-laki, umur sekitar 30 tahun, pekerjaan petani/pekebun, alamat tinggal Dusun Tekasire, Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu dan SF, laki-laki, umur sekitar 30 tahun, pekerjaan petani, alamat tinggal Dusun Jati Makmur, Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Adapun pasal yang disangkakan terhadap para tersangka yaitu Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 274 Ayat (1) UU RI NO.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan atau Pasal 192 Ayat (1) KUH-Pidana.

AIPTU Hujaifah juga menjelaskan kronologi penangkapan yang diawali pada Selasa, 12 Mei 2020, sekira pukul 17.45 Wita, anggota melakukan penyelidikan terhadap pelaku, kemudian diperoleh informasi bahwa kedua pelaku berada di dalam gudang jagung dan sedang bekerja.

“Atas hal tersebut Kanit Opsnal Satuan Reskrim Bripka Zainul Subhan melakukan koordinasi dengan Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, STK. Atas perintah langsung dari pimpinan agar segera melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, serta agar dalam pelaksanaan tugas anggota menghindari tindakan arogansi dan utamakan keselamatan,” ujarnya.

Anggota melakukan penangkapan dan menunjukkan surat perintah penangkapan. Sementar a itu, pada Rabu, 13 mei 2020 pukul 12.30 Wita, Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel, STK bersama dengan anggota gabungan penyidik pembantu tiba di Polda NTB dengan membawa empat orang tersangka yang melakukan tindak pidana pemblokiran atau memblokade jalan umum sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 274 Ayat (1) UU RI NO.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan atau Pasal 192 Ayat (1) KUH-Pidana.




“Adapun jalannya pelaksanaan penitipan tahanan dirutan Polda NTB pada pukul 12.40 Wita. Kasat Reskrim dan anggota menghadapkan empat orang tersangka kepada Dit Tahti Polda NTB, kemudian penyidik memberikan surat perintah penahanan terhadap para tersangka dan setelah dibaca dan ditanda tangani para tersangka lalu dimasukan (dititipkan) di Rutan Dit Tahti Polda NTB,” jelas AIPTU Hujaifah.

Dijelaskannya, kronologis perkara, bahwa pemblokiran jalan raya tersebut terjadi pada Jumat, 13 Maret 2020 sekira pukul 13.30 Wita di Jalan Raya lintas Sumbawa Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, yang mana bermula dari ketidak puasan para tersangka an. PA dan SF mendengar penjelasan dari penyidik mengenai tidak ada keterlibatan One, terkait pembunuhan istrinya. Niken (alm). Karena menurut asumsi para tersangka, One kabur dan tidak mengurus almarhumah, karena ada indikasi keterlibatan dirinya serta harus dilakukan pemanggilan dan menangkap One. Namun penyidik menjelaskan itu hanya asumsi dan tidak mendasar, sesuai fakta dan alat bukti, sehingga para tersangka tidak puas dan pulang ke Desa Tekasire.

Selanjutnya tersangka PA mengajak massa lainnya, yakni warga Desa Tekasire untuk memblokade jalan raya dengan menggeser potongan pohon yang sudah dipotong, balok-balok kayu dan membakar ban serta kayu di tengah jalan. kondisi tersebut menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan yang tidak bisa melintas. Selain itu, para tersangka PA, SF, SR alias Sari, FF, dan AB aktif mengajak serta memprovokasi massa untuk berdiri, menghadang dan memblokade di tengah jalan raya, sambari mengatakan “tidak ada respon dari kepolisian untuk menangkap One dan blokir jalan ini”

“Sehingga atas pemblokiran/blokade jalan raya tersebut yang berlangsung kurang lebih tiga jam menimbulkan kemacetan sekitar 3 kilometer dan berdampak bahaya bagi pengguna jalan yang tidak bisa melintas,” ujar AIPTU Hujaifah.

Dikatakannya, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 274 Ayat (1) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan atau Pasal 192 Ayat (1) KUH-Pidana, Pasal 192 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 9 (sembilan) tahun.

Unsur-unsurnya, barang siapa; dengan sengaja merintangi sesuatu jalan umum, perbuatan itu timbul bahaya bagi keamanan lalu lintas.

“Barang siapa adalah subyek hukum pelaku tindak pidana yaitu seseorang yang telah melakukan perbuatan pidana dan ia mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya dan berdasarkan hasil penyidikan serta alat bukti yang ada bahwa subjek hukum pelaku dalam tindak pidana ini adalah Sdr. PA (inisial), DKK,” ungkapnya.

AIPTU Hujaifah menambahkan, bahwa berdasarkan hasil penyidikan terhadap unsur pasal ini, para tersangka yang memblokade atau menutup jalan umum dengan cara membakar, berdiri di tengah jalan sambil menghadang kendaraan yang akan melintas, maka unsur merintangi jalan umum terpenuhi.

Sesuai Pasal 28 ayat 1 Jjo pasal 274 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24 juta. Unsur-unsurnya adalah dengan sengaja mengganggu fungsi jalan. Bahwa berdasarkan hasil penyidikan terhadap unsur pasal ini para tersangka memblokade/ menutup jalan umum dengan cara membakar, berdiri di tengah jalan sambil menghadang kendaraan yang akan melintas, maka unsur mengganggu fungsi jalan umum terpenuhi.

“Alat bukti telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Telah dilakukan pemeriksaan ahli pidana dan ahli dari Dinas Perhubungan. Barang bukti telah dilakukan penyitaan,” pungkasnya. [B-10]